Pemkot Tangerang Siapkan Kajian Penanganan Banjir di Kawasan Bandara Soetta Demi Target 10 Besar Bandara Dunia 2029

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 11:08:31 WIB
Pemkot Tangerang tengah menyusun kajian penanganan banjir di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.

TANGERANG — Langkah strategis ini diumumkan Maryono usai mengikuti Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta, Kamis lalu.

Banjir di Sisi Utara dan Selatan Tol Jadi Fokus Utama

Kajian yang tengah disusun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang menyasar dua titik rawan genangan. Pertama, kawasan di sisi utara jalan tol bandara. Kedua, area hotel-hotel yang berada di sisi selatan tol.

"Kajian ini nantinya akan menjadi dasar penyusunan langkah penanganan banjir secara terintegrasi di kawasan Soekarno-Hatta," kata Maryono di Tangerang, Jumat.

Kolam Retensi Jadi Solusi Jangka Panjang

Hasil kajian bersama PT Jasamarga merekomendasikan pembangunan kolam retensi sebagai solusi pengendalian banjir jangka panjang. Infrastruktur ini dinilai mampu mengurangi risiko genangan yang kerap mengganggu aksesibilitas menuju bandara.

Maryono menambahkan, keberhasilan transformasi Soetta tidak hanya bergantung pada peningkatan fasilitas di dalam terminal. Kawasan penyangga yang tertata, aman, dan terintegrasi menjadi faktor penentu.

Target 2029: Dari 30 Besar ke 10 Besar Dunia

Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menko IPK AHY, target ambisius itu dinilai realistis. Peringkat Bandara Soetta terus merangkak naik dalam beberapa tahun terakhir, dan kini berada di posisi sekitar 30 besar dunia.

"Kita punya semangat untuk menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai top 10 bandara terbaik di dunia pada tahun 2029. Tentu ini harus didukung dengan penguatan aksesibilitas dan ekosistem kawasan yang semakin baik," ujar AHY dalam kesempatan tersebut.

Bandara Bukan Sekadar Gerbang, tapi Mesin Ekonomi Lokal

Maryono menekankan bahwa Bandara Soetta bukan hanya gerbang utama Indonesia ke dunia internasional, tetapi juga penggerak utama pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang. Kawasan penyangga yang bebas banjir akan meningkatkan kenyamanan penumpang dan kelancaran logistik.

"Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola bandara, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis target tersebut dapat tercapai. Kami siap mengawal dan mendukung setiap langkah transformasi demi meningkatkan daya saing kawasan dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Maryono.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top