TANGERANG — Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Mereka mengantre untuk mendapatkan layanan pemeriksaan dasar yang biasanya hanya bisa didapatkan di puskesmas atau rumah sakit.
Yanuar (42), salah satu peserta, mengaku sangat terbantu. Ia berencana menjalani rontgen dalam waktu dekat dan merasa pemeriksaan awal di program ini mempercepat proses administrasi nantinya. "Saya periksa tensi, mata, semuanya gratis. Ini sangat membantu," ujarnya.
Dwi Seno (64) baru pertama kali mengikuti CKG. Selama ini ia langsung ke rumah sakit jika ingin memeriksa kolesterol atau tekanan darah. "Ternyata lebih baik periksa ke sini dulu. Pemeriksaannya sama seperti di RS," katanya.
Menurut Dwi, kehadiran program ini membuktikan pemerintah benar-benar hadir membantu masyarakat kelas menengah ke bawah. "Ini bagus sekali," imbuhnya.
Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan, CKG merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan di 253 puskesmas dan seluruh sekolah dari SD hingga SMA sederajat. Layanan juga diperluas melalui Telemedicine Mobile yang menjangkau desa-desa dan komunitas khusus seperti masyarakat Baduy.
Berkat kerja sama semua pihak, capaian CKG di Provinsi Banten menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. "Kota Tangerang menjadi daerah dengan capaian tertinggi, yaitu 43 persen dari target 46 persen," kata Andra Soni di lokasi.
Gubernur mengakui masih ada warga yang khawatir untuk melakukan pengecekan kesehatan. Ia meminta kekhawatiran itu dihilangkan. Termasuk pemeriksaan mata, tersedia dari mitra yang bekerja sama dengan Pemprov.
Andra Soni memastikan, jika ditemukan penyakit yang membutuhkan penanganan lanjutan, pasien bisa berobat ke rumah sakit pemerintah secara gratis. "Bapak dan ibu tidak perlu khawatir kalau tidak punya BPJS. Rumah sakit di Banten sudah menerapkan Universal Health Coverage (UHC). Semua tetap ditangani dengan baik," tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menambahkan, pihaknya mengerahkan seluruh organisasi kesehatan di wilayahnya untuk mengejar target dari pemerintah pusat. Layanan berjalan setiap hari di berbagai titik.
"Di lokasi ini kami targetkan 350 orang untuk usia produktif. Sementara untuk sekolah, kami memiliki agenda tersendiri," jelas Ati.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menyebut program ini bentuk komitmen Pemkot dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik. "Karena ini memang yang sangat dibutuhkan masyarakat," pungkasnya.