BANTEN — GIIAS Surabaya 2026 bukan sekadar pameran pajangan. Dari 79 kendaraan yang bisa dicoba langsung, mayoritasnya adalah mobil penumpang yang kini didominasi merek asal China. Ini kesempatan langka buat calon pembeli di Jawa Timur membandingkan langsung mobil listrik dan konvensional dalam satu lokasi, sebelum mengeluarkan uang puluhan juta—bahkan ratusan juta—rupiah.
Area pameran diisi 27 merek kendaraan penumpang, satu merek niaga (Foton), dan 10 merek sepeda motor. Nama-nama yang sudah akrab seperti Toyota, Honda, Daihatsu, Suzuki, dan Mitsubishi Motors tetap hadir. Yang menarik, merek listrik asal China mendominasi daftar: BYD Group, GAC AION, Geely, GWM, Leapmotor, Xpeng, Changan, Chery, dan iCAR.
Di segmen motor, selain Vespa dan Piaggio, ada merek yang jarang muncul di pameran daerah: Aprilia, Moto Guzzi, Triumph, Royal Enfield, dan QJ Motor. Polytron EV hadir di dua kategori sekaligus—mobil dan motor listrik.
Area uji kendaraan jadi daya tarik utama. Sebanyak 66 unit mobil dan 13 sepeda motor disiapkan. Lintasan test drive sepanjang sekitar 1,4 kilometer mengelilingi Grand City, cukup untuk merasakan akselerasi dan handling dasar—meski tidak ideal untuk menguji kenyamanan suspensi di kecepatan tinggi.
Pengunjung wajib registrasi dan menunjukkan SIM yang masih berlaku sesuai jenis kendaraan. Untuk test ride motor, helm dan perlengkapan keselamatan dari panitia wajib dipakai. Antrean panjang hampir pasti terjadi di akhir pekan, jadi datang lebih awal disarankan.
Tiket online dipatok Rp25 ribu di hari kerja (Rabu–Jumat) dan Rp40 ribu di akhir pekan. Pembelian langsung di lokasi lebih mahal: Rp35 ribu hari kerja, Rp50 ribu akhir pekan. Anak di bawah 6 tahun dan lansia di atas 65 tahun gratis sesuai ketentuan penyelenggara.
Jam buka berbeda tiap hari: Rabu mulai 12.00 WIB, Kamis–Jumat mulai 11.00 WIB, sedangkan Sabtu–Minggu buka lebih awal pukul 10.00 WIB. Semua hari tutup pukul 21.00 WIB.
Setelah transaksi GIIAS Jakarta yang ramai bulan lalu, pameran Surabaya ini jadi barometer apakah pasar Jawa Timur siap menerima merek-merek pendatang baru—terutama di segmen kendaraan listrik yang harganya mulai bersaing dengan mobil konvensional.