IKOHI Gelar Peringatan HUT ke-63 Wiji Thukul di Jakarta, Luncurkan Buku hingga Konser Musik

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:44:02 WIB
IKOHI memperingati HUT ke-63 Wiji Thukul di Jakarta dengan peluncuran buku dan pemutaran film di Rumah Baca Kalibata.

JAKARTA — IKOHI menggelar agenda tahunan untuk mengenang penyair dan aktivis Wiji Thukul yang dinyatakan hilang sejak era Orde Baru. Peringatan hari jadi ke-63 ini mengusung serangkaian kegiatan seni dan diskusi yang tersebar di dua lokasi pada hari yang sama.

Rangkaian acara dirancang untuk merawat ingatan publik terhadap karya dan perjuangan Wiji Thukul. Selain itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kasus penghilangan paksa aktivis 1997-1998 masih belum menemukan titik terang.

Peluncuran Buku dan Pemutaran Film di Kalibata

Sesi pertama dimulai pukul 13.00 WIB di Rumah Baca Kalibata. IKOHI menjadwalkan peluncuran buku berjudul Indonesia Belum Merdeka serta pemutaran film Nyanyian Akar Rumput.

Diskusi yang mengiringi acara ini turut menghadirkan Wahyu Susilo sebagai narasumber. Ia diharapkan memberikan perspektif mengenai perjalanan perjuangan Wiji Thukul dan isu penghilangan paksa yang hingga kini belum terselesaikan.

Wiji Thukul dikenal luas melalui puisi-puisinya yang kritis terhadap ketidakadilan sosial. Ia menjadi salah satu korban penculikan pada masa pemerintahan Orde Baru dan keberadaannya tidak pernah diketahui hingga saat ini.

Pembacaan Puisi dan Konser Musik di Matraman

Memasuki malam hari, acara berpindah ke lantai dasar Gramedia Matraman mulai pukul 19.00 WIB. Sesi ini diisi dengan pembacaan puisi dan konser musik progresif yang melibatkan sejumlah seniman.

Fajar Merah, putra Wiji Thukul, dijadwalkan tampil bersama musisi lain seperti Usman Hamid, Kantusfirmus, Hardingga, Pandai Api, Sokras, dan Sahat Berlian Tarigan. Melalui musik, Fajar Merah selama ini dikenal aktif memperkenalkan dan menjaga ingatan terhadap karya ayahnya.

Peringatan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi keluarga, sahabat, seniman, aktivis, dan masyarakat yang peduli pada isu orang hilang. IKOHI menegaskan bahwa upaya mengungkap kasus penghilangan paksa aktivis 1997-1998 masih terus berlangsung hingga kini.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: damarbanten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top