PSEL Cilowong Butuh 1.120 Ton Sampah per Hari, Kabupaten Serang Siap Pasok 400 Ton Mulai 2029

Penulis: Fauzan Arifin  •  Senin, 21 September 2026 | 11:17:31 WIB
DLH Kabupaten Serang menyatakan siap memasok 400 ton sampah per hari ke PSEL Cilowong mulai 2029.

SERANG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang menyatakan kesiapan memasok 400 ton sampah per hari ke fasilitas PSEL di TPSA Cilowong. Jumlah itu merupakan porsi Kabupaten Serang dari total kebutuhan 1.120 ton sampah per hari yang akan dipasok tiga daerah: Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon.

Kepala DLH Kabupaten Serang Sarudin mengatakan pihaknya mendukung penuh proyek tersebut. "Pada prinsipnya Kabupaten Serang sangat mendukung program PSEL ini. Estimasi selesai akhir 2028, awal 2029 sudah bisa beroperasi," kata Sarudin, Senin (21/9/2026).

Kekurangan 41 Arm Roll dan 233 Kontainer Jadi Kendala Utama

Untuk memenuhi target 400 ton per hari, Pemkab Serang masih perlu menambah armada pengangkut sampah. Kebutuhan idealnya mencapai 104 unit armada, terdiri dari 24 unit dump truck dan 80 unit arm roll.

Selain armada, dibutuhkan 326 bak kontainer untuk mendukung pengelolaan dan pengangkutan sampah. Saat ini Pemkab Serang masih kekurangan 41 unit arm roll dan 233 kontainer.

Sarudin menyebut kekurangan tersebut akan dianggarkan secara bertahap pada 2027 dan 2028. "Kenapa kontainer banyak, kita akan tempatkan satu desa satu kontainer," ujarnya.

Sampah dari Hulu Tetap Dikelola lewat Bank Sampah dan Maggot

Sarudin menegaskan seluruh sampah yang dihasilkan masyarakat tidak akan langsung dikirim ke PSEL Cilowong. Pengelolaan dari sumber atau hulu tetap dilakukan melalui sejumlah program, seperti bank sampah, TPS 3R, dan budidaya maggot.

"Jadi sampah di hulu tetap harus dikelola," kata Sarudin.

Pola ini memastikan hanya sampah yang telah melalui pemilahan yang dikirim ke fasilitas pengolahan energi listrik. Warga di tingkat desa dan kelurahan menjadi ujung tombak pemilahan sebelum sampah diangkut ke TPSA.

Evaluasi Pengelolaan Sampah di 15 Kecamatan

DLH Kabupaten Serang tengah mengevaluasi sistem pengelolaan sampah yang telah didelegasikan kepada 15 kecamatan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pengelolaan di tingkat kecamatan berjalan efektif.

Jika dinilai tidak efektif, kewenangan tersebut akan ditarik kembali ke DLH Kabupaten Serang. "Jika tidak efektif maka kewenangan itu akan ditarik. Kemungkinan DLH akan menambah UPT di wilayah Serang Barat, Tengah, dan Timur," pungkas Sarudin.

Proyek PSEL Cilowong menjadi salah satu upaya Banten mengurangi beban TPSA sekaligus menghasilkan energi listrik dari sampah. Tiga daerah pemasok perlu menyelaraskan jadwal pengangkutan agar pasokan 1.120 ton per hari terpenuhi saat fasilitas beroperasi.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: ekbisbanten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top