Disbudpar Kota Tangerang Dukung Kirab Budaya dan Ruwat Bumi 27 September 2026 di Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio

Penulis: Hendra Setiawan  •  Selasa, 22 September 2026 | 10:05:31 WIB
Kepala Disbudpar Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan menyampaikan dukungan terhadap Kirab Budaya dan Ruwat Bumi 2026.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang menilai Kirab Budaya dan Ruwat Bumi sebagai bentuk pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang punya nilai historis, sosial, dan edukatif bagi warga. Kegiatan yang digelar dalam rangka Peringatan Sejit Yang Mulia Suci Kongco Tjie Thien Ta Sen dan HUT Ke-43 Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio itu dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026. Pemkot Tangerang menyatakan dukungan penuh karena event ini dinilai memperkuat identitas budaya sekaligus daya tarik pariwisata daerah.

TANGERANG — Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan menyampaikan dukungannya terhadap gelaran tahunan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi sarana hiburan bagi warga, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan kebersamaan masyarakat.

"Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta meningkatkan kebersamaan warga. Kami sangat mendukungnya," kata Boyke.

Ruwat Bumi dan Kirab Budaya dinilai menjadi momentum penting dalam memperkaya khazanah seni budaya lokal. Boyke menyebut gelaran ini juga berdampak pada penguatan daya tarik pariwisata Kota Tangerang.

Ritual Syukur dan Ajakan Merawat Toleransi

Ketua penyelenggara Fiter Lie menjelaskan, perhelatan tahunan ini dirancang sebagai bentuk rasa syukur dan ritual tradisi. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi serta merawat toleransi antarumat beragama di Kota Tangerang.

"Melalui Kirab Budaya dan Ruwat ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melestarikan kearifan lokal sekaligus mendoakan keberkahan, keselamatan dan kedamaian bagi Kota Tangerang dan sekitarnya," ujar Fiter.

Menurut Fiter, seluruh rangkaian kegiatan Kirab Budaya dan Ruwat Bumi 2026 dipusatkan di kawasan Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio di Pintu Air Timur, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari. Acara berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Rute Pawai Melintasi Enam Jalan Protokol Kota Tangerang

Pawai dan pertunjukan seni budaya dijadwalkan melintasi sejumlah jalan protokol di Kota Tangerang. Rute dimulai dari Jalan Bouraq, Jalan TMP Taruna, Jalan Satria Sudirman, Jalan Dewi Sartika, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan KS Tubun, kembali ke Jalan Daan Mogot, lalu ke Jalan Bouraq.

Untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara, arus lalu lintas di sekitar rute perlintasan akan dikondisikan dan dialihkan. Pengaturan ini dilakukan melalui koordinasi bersama Dinas Perhubungan Kota Tangerang dan kepolisian.

"Guna mendukung kelancaran seluruh rangkaian Kirab Budaya dan Ruwat Bumi 2026, arus lalu lintas di sekitar rute perlintasan akan dikondisikan dan dialihkan melalui koordinasi bersama Dinas Perhubungan Kota Tangerang dan Kepolisian," kata Fiter.

Imbauan Rute Alternatif bagi Pengguna Jalan

Fiter mengimbau masyarakat dan pengguna jalan menggunakan rute alternatif lain selama kegiatan berlangsung. Pihak penyelenggara bersama Pemkot Tangerang juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul selama acara.

"Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk dapat menggunakan rute alternatif lain selama kegiatan berlangsung. Kami bersama Pemkot Tangerang memohon maaf atas ketidaknyamanan selama kegiatan berlangsung," kata dia lagi.

Pemkot Tangerang menilai gelaran ini sebagai wujud nyata pelestarian tradisi multikultural yang hidup harmoni di kota tersebut. Selain menjadi sarana edukasi kebudayaan bagi generasi muda, event ini disebut menjadi magnet pariwisata yang mempererat kebersamaan seluruh elemen warga.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top