SERANG — Pemerintah Provinsi Banten memastikan alokasi anggaran untuk perbaikan infrastruktur desa pada tahun depan. Sebanyak 33 ruas jalan dengan panjang total 46,71 kilometer bakal ditangani melalui Program Bang Andra pada 2026.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan program ini merupakan keberlanjutan dari realisasi di 2025 yang mencakup 62 ruas jalan dan satu jembatan. "Alhamdulillah, keberhasilan pembangunan jalan desa sejahtera berdampak terhadap peningkatan produktivitas sektor pertanian di Provinsi Banten," ucapnya di Serang, Kamis.
Jalan Desa Jadi Fondasi Ekonomi Wilayah
Menurut Andra, pembangunan infrastruktur jalan desa adalah bentuk komitmen Pemprov Banten dalam memperkuat ekonomi dari tingkat bawah. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun Indonesia dari desa menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera.
"Kemajuan desa adalah fondasi utama bagi kemajuan daerah," tegasnya.
Bantuan Keuangan Desa Rp120 Juta per Desa
Selain perbaikan jalan, Pemprov Banten pada 2026 juga akan menyalurkan bantuan keuangan desa sebesar Rp120 juta kepada 1.238 desa di seluruh provinsi. Langkah ini untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi desa.
Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) Provinsi Banten Tahun 2024, terdapat 99 desa mandiri, 378 desa maju, dan 701 desa berkembang di wilayah tersebut.
BUMDes Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Gubernur mendorong Forum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengambil peran sebagai penggerak ekonomi. Potensi unggulan desa dan infrastruktur jalan yang telah dibangun harus dioptimalkan.
"Kolaborasi harus terus diarahkan pada peningkatan produktivitas dan pengembangan hilirisasi produk unggulan desa, pemberdayaan UMKM, penguatan Koperasi Desa Merah Putih, serta kelancaran infrastruktur," ujarnya.
Ketua DPW Forum BUMDes Merah Putih Provinsi Banten Rafiudin menyatakan pada tahun pertama kepengurusan, pihaknya fokus pada penguatan konsolidasi BUMDes dan menjalin kolaborasi dengan pemerintah maupun swasta. "Selain itu, Forum BUMDes juga memfasilitasi pemasaran atau penjualan produk BUMDes. Dengan adanya kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG), BUMDes juga siap menjadi pemasok Satuan Pelayanan Gizi (SPPG)," katanya.