Pencarian

Antisipasi Kemarau, DKP Kota Tangerang Gelar Gerakan Pangan Murah Keliling, DPRD Minta Stok dan Harga Terjaga

Minggu, 26 Juli 2026 • 13:39:31 WIB
Antisipasi Kemarau, DKP Kota Tangerang Gelar Gerakan Pangan Murah Keliling, DPRD Minta Stok dan Harga Terjaga

TANGERANG — Kepala DKP Kota Tangerang Muhdorun mengatakan gerakan pangan murah menjadi salah satu upaya strategis yang disiapkan pemerintah daerah. “Kami menggelar Gerakan Pangan Murah secara keliling di berbagai wilayah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau,” ujarnya di Tangerang, Minggu.

Gerakan Pangan Murah Keliling Jadi Andalan

Program ini menyasar sejumlah titik permukiman padat penduduk. DKP menggandeng distributor lokal dan Bulog untuk memasok beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lain dengan harga di bawah pasar. Stok dipastikan cukup untuk beberapa pekan ke depan, mengingat musim kemarau diprediksi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah Kota Tangerang.

DPRD Dorong Sinergi Perangkat Daerah

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang Holiludin menekankan pentingnya kolaborasi antardinas dalam mengantisipasi dampak kemarau. “Kami berharap seluruh perangkat daerah dapat bergerak bersama. Ketahanan pangan masyarakat harus diperkuat melalui pemberdayaan warga, sementara mitigasi bencana juga harus dipersiapkan dengan baik sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau,” katanya.

Menurut Holiludin, penguatan ekonomi masyarakat melalui program ketahanan pangan juga perlu menjadi prioritas. Ia mendorong DKP memperluas pembinaan kepada warga melalui pemanfaatan lahan pekarangan, budidaya sayuran, perikanan, hingga pengembangan kelompok tani perkotaan.

Program Pemberdayaan untuk Ketahanan Pangan Mandiri

Holiludin menilai program semacam itu dapat menjaga ketersediaan pangan rumah tangga sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan. “Program pembinaan ketahanan pangan harus terus diperluas agar masyarakat semakin mandiri. Selain mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, hasil budidaya juga bisa menjadi nilai ekonomi yang membantu meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.

DKP sendiri telah menjalankan sejumlah pelatihan urban farming di beberapa kelurahan. Warga diajarkan menanam cabai, tomat, dan sayuran lain di polybag atau hidroponik sederhana. Hasilnya sebagian dikonsumsi sendiri, sebagian dijual ke warung tetangga. Langkah ini dinilai efektif meredam gejolak harga saat pasokan dari luar kota terganggu akibat kemarau.

Dengan gerakan pangan murah dan penguatan pemberdayaan, Pemkot Tangerang berharap daya beli masyarakat tetap terjaga meski musim kemarau berlangsung. DPRD akan terus mengawal realisasi program ini di lapangan.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks