LEBAK — Perum Bulog Cabang Lebak-Pandeglang memastikan distribusi bantuan pangan bersubsidi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) berjalan lancar di dua kabupaten ujung barat Pulau Jawa itu. Kepala Perum Bulog Cabang Lebak-Pandeglang Muhammad Syaukani mengatakan, pendistribusian kali ini merupakan bagian terakhir dari alokasi dua bulan sebelumnya.
"Kami menargetkan dua pekan ke depan penyaluran bantuan pangan ini selesai," kata Syaukani dalam keterangannya di Warunggunung, Kabupaten Lebak, Kamis.
Penyaluran difokuskan ke 18 kecamatan yang tersebar di Lebak dan Pandeglang. Untuk Lebak, salah satu titik utama berada di Kecamatan Banjarsari dan sekitarnya. Kepala Bidang Distribusi dan Sumberdaya Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, Tubagus Sonip, mengonfirmasi bahwa jadwal distribusi di wilayah tersebut sudah berjalan sesuai rencana.
"Kami mengapresiasi penyaluran beras dan minyak goreng berjalan tertib, meski terjadi antrean," ujar Sonip.
Berbeda dengan desa lain yang mengambil di kantor desa, masyarakat Suku Badui mendapatkan perlakuan khusus. Syaukani menjelaskan, pembagian untuk komunitas adat tersebut dilakukan secara kolektif dan sepenuhnya diatur oleh kepala desa setempat. Langkah ini diambil untuk menghormati struktur sosial dan adat istiadat yang berlaku.
"Kami berharap bantuan pangan itu dapat memenuhi ketersediaan pangan keluarga," kata Syaukani.
Untuk Kabupaten Lebak saja, jumlah penerima mencapai 183.753 PBP. Mereka adalah warga yang masuk dalam kategori miskin desil 1 hingga desil 5, berdasarkan data terpadu dari Kementerian Sosial. Artinya, bantuan ini tepat sasaran untuk mereka yang berada di lapisan ekonomi paling bawah.
Salah seorang warga Banjarsari, Ahmadin, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. "Kami bersyukur menerima bantuan beras dan minyak goreng, karena dapat meringankan beban keluarga," katanya.
Setiap keluarga penerima mendapatkan paket sembako berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Total keseluruhan penerima di dua kabupaten mencapai angka 415 ribu PBP, menjadikan program ini sebagai salah satu gelontoran bansos pangan terbesar di Provinsi Banten pada awal tahun 2026.