SERANG — Pemkot Serang terus menggenjot jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyasar kelompok baru. Jika sebelumnya program ini fokus pada pelajar reguler, kini guru dan santri resmi masuk dalam daftar penerima.
Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Serang, Yudi Suryadi, menyebutkan bahwa perhatian khusus diberikan kepada tenaga pendidik. Data awal mencatat 1.656 guru dari satu kecamatan telah menerima manfaat program ini.
"Pemerintah juga mulai memasukkan tenaga pendidik sebagai sasaran program. Saat ini tercatat 1.656 tenaga pendidik telah menerima manfaat MBG dari satu kecamatan," kata Yudi di Serang, Selasa.
Perluasan juga menyasar kalangan santri. Namun, Yudi mengakui pendataan di pondok pesantren cukup kompleks karena variasi jenjang pendidikan. Ada pesantren murni, ada pula yang memiliki SD, SMP, hingga SMA formal di dalamnya.
"Di pondok pesantren ada yang murni pesantren, ada juga yang memiliki jenjang pendidikan formal dari SD, SMP, hingga SMA. Ini yang masih harus dan terus diverifikasi," ujarnya.
Hingga saat ini, sebanyak 6.490 santri telah tercatat sebagai penerima MBG.
Cakupan program ini terbilang komprehensif. Berikut sebaran penerima MBG di Kota Serang:
Menariknya, ada 8.727 siswa yang memilih tidak mengikuti program MBG. Alih-alih menjadi masalah, Yudi justru menyambut positif keputusan mandiri dari pihak sekolah dan orang tua tersebut.
"Keputusan mandiri dari pihak sekolah maupun orang tua tersebut justru membantu pemerintah daerah agar perluasan program ini semakin fokus dan tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan," jelasnya.
Untuk menopang jangkauan program yang kian meluas, Pemkot Serang mengoperasikan 95 dapur umum. Sistem distribusi dirancang fleksibel dan saling terintegrasi. Jika satu dapur bermasalah, pelayanan bisa dialihkan ke dapur lain.
"Kalau ada dapur yang sementara off, biasanya pelaksanaannya langsung dialihkan ke dapur lain agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar," kata Yudi Suryadi.