CILEGON — Pj Sekda Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, melepas 428 kontingen Cilegon pada Rabu (10/6) yang akan berlaga di POPDA XII Banten. Ia menyebut perputaran uang selama sepekan kompetisi diproyeksikan mengalir deras ke sektor jasa akomodasi dan usaha kecil.
POPDA XII Banten tahun ini menjadi ajang olahraga pelajar terbesar di provinsi tersebut. Total 3.500 atlet dari delapan daerah, termasuk Kota Cilegon sebagai tuan rumah, akan bersaing di berbagai cabang olahraga.
Kota Cilegon sendiri mengirimkan 428 orang, terdiri dari atlet dan ofisial, untuk mewakili daerahnya. Keberangkatan kontingen ini dilepas langsung oleh Pj Sekda di halaman kantor pemkot.
“POPDA XII ini kami harapkan berdampak pada peningkatan perekonomian pelaku usaha perhotelan dan UMKM di daerah,” ujar Ahmad Aziz usai melepas kontingen, Rabu (10/6).
Ribuan atlet dan ofisial yang datang dari luar kota selama sepekan dipastikan membutuhkan tempat menginap dan konsumsi. Peluang ini yang coba dimanfaatkan pemkot untuk menggerakkan sektor riil.
Hotel-hotel di Cilegon dan sekitarnya sudah mulai kebanjiran pesanan kamar sejak beberapa pekan lalu. Sementara itu, pelaku UMKM yang menjual makanan, minuman, hingga cinderamata juga diharapkan ikut menikmati lonjakan permintaan.
Ajang yang berlangsung mulai 11 hingga 17 Juni 2026 ini akan memusatkan kegiatan di beberapa venue olahraga di Kota Cilegon. Pemkot telah menyiapkan fasilitas untuk memastikan kelancaran kompetisi.
Pj Sekda menambahkan, persiapan teknis dan nonteknis sudah rampung. Pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengantisipasi gangguan selama perhelatan.
Perhelatan olahraga tingkat provinsi kerap menjadi momentum bagi pertumbuhan ekonomi daerah tuan rumah. Dengan 3.500 atlet yang hadir, ditambah ofisial, pelatih, dan pendukung, angka pengeluaran harian diprediksi meningkat signifikan.
Pemkot Cilegon berharap POPDA XII tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga meninggalkan dampak ekonomi yang terasa langsung oleh warga. Ke depan, agenda serupa diharapkan terus digelar di Cilegon untuk mengulang efek berganda yang sama.