PT Timah (TINS) Setor Dividen Rp656,8 Miliar ke Negara, Rombak Jajaran Direksi

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 22:45:01 WIB
PT Timah menyetor dividen Rp656,8 miliar ke negara sebagai bagian dari laba ditahan untuk pengembangan usaha.

BANTEN — Manajemen TINS menetapkan sisa laba bersih lainnya, sekitar Rp656,8 miliar, akan dikelola sebagai laba ditahan. Dana ini rencananya dipakai untuk modal pengembangan usaha sekaligus memperkuat struktur keuangan perusahaan.

Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro, menyebut langkah ini sebagai bukti komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. “Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja positif yang berhasil dibukukan perseroan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (12/6).

Kinerja Moncer di Tengah Lonjakan Permintaan Global

Sepanjang 2025, emiten pelat merah ini mencatat pendapatan Rp11,55 triliun. Angka itu naik 6,41% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp10,86 triliun. Laba usaha pun tercatat mencapai Rp1,91 triliun, sementara EBITDA tembus Rp2,76 triliun.

Dari sisi produksi, volume bijih timah yang dihasilkan mencapai 18.635 ton Sn. Adapun produksi logam timah sebanyak 17.815 metrik ton, dan penjualannya mencapai 16.634 metrik ton. Kenaikan ini didorong oleh permintaan industri solder—yang menyerap sekitar 50% konsumsi timah global—khususnya untuk sektor semikonduktor dan elektronik.

Manajemen TINS optimistis tren positif ini berlanjut hingga 2026. Permintaan diperkirakan terus menguat seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), ekspansi pusat data, transisi energi, serta investasi infrastruktur kelistrikan modern.

Strategi Agresif dan Perombakan Pengurus

Untuk menangkap peluang pasar, TINS menyiapkan sejumlah langkah pada tahun depan. Strategi itu mencakup percepatan produksi dan optimalisasi cadangan, transformasi digital, penerapan prinsip keberlanjutan (ESG), efisiensi operasional di seluruh lini bisnis, serta optimalisasi kinerja anak usaha dan aset non-operasional.

Dalam RUPST yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus. Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara resmi diberhentikan dengan hormat setelah menyelesaikan masa tugasnya dan mendapat penugasan baru.

Restu menegaskan jajaran manajemen yang baru akan melanjutkan penguatan strategi bisnis, peningkatan kinerja operasional, serta tata kelola perusahaan. Berikut susunan direksi dan komisaris terbaru PT Timah:

Direksi:

  • Direktur Utama: Restu Widiyantoro
  • Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha: Harry Budi Sidharta
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fina Eliani
  • Direktur Operasi: Handy Geniardi
  • Direktur Produksi dan Komersial: Ilhamsyah Mahendra
  • Direktur SDM dan Transformasi Korporasi: Ratih Mayasari

Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama dan Independen: Agus Rohman
  • Komisaris Independen: Yuslih Ihza Mahendra
  • Komisaris: Rizani Usman
  • Komisaris Independen: M. Hita Tunggal
  • Komisaris: Eniya Listiani Dewi

Dengan struktur anyar ini, TINS berharap mampu menjaga momentum pertumbuhan dan memaksimalkan potensi bisnis di tengah persaingan pasar timah global yang kian ketat.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top