BANTEN — Gol tunggal dalam laga yang berlangsung di Stadion Lusail itu cukup membawa La Roja mengangkat trofi untuk pertama kalinya sejak 2010. Yamal, yang baru berusia 19 tahun, menjadi pemain termuda yang tampil di final Piala Dunia dan langsung keluar sebagai juara.
Data statistik menunjukkan dominasi Yamal di level senior sudah melampaui Messi. Sepanjang karier bersama Barcelona, Yamal telah mencatatkan 151 penampilan dan 49 gol — angka yang jauh di atas torehan Messi pada usia yang sama, yang hanya 32 laga dan 9 gol.
Jika dibandingkan dengan legenda lain, hanya Pele yang memiliki catatan lebih gemilang di usia belia. Yamal unggul atas Diego Maradona, Johan Cruyff, Cristiano Ronaldo, bahkan calon bintang macam Erling Haaland dan Kylian Mbappe.
Sebelum menjuarai Piala Dunia, Yamal sudah mengoleksi dua gelar Liga Spanyol bersama Barcelona. Ia juga menjadi motor utama Spanyol saat menjuarai Euro 2024 dua tahun lalu. Namun, perjalanannya di Piala Dunia 2026 tidak mulus.
Cedera yang diderita pada akhir April membuatnya baru bisa tampil sebagai pemain pengganti di laga pembuka melawan Tanjung Verde. Ia masuk pada menit ke-71 setelah absen 54 hari, dan baru mencetak satu gol sepanjang turnamen tanpa assist.
Meski belum pulih sepenuhnya, Yamal tetap menjadi ancaman utama bagi pertahanan Argentina di final. Pergerakannya di sisi kanan membuat bek lawan bekerja keras, dan ia terlibat dalam skema gol kemenangan Spanyol. Dengan gelar ini, Yamal kini mengungguli Messi yang baru merasakan trofi internasional pertamanya di usia 34 tahun.