PANDEGLANG — Budaya lokal di Pandeglang dijadikan fondasi penggerak ekonomi melalui program PEKEN Jasindo yang melibatkan ribuan warga. Direktur Operasional Asuransi Jasindo, Ocke Kurniandi, menilai budaya yang terus hidup mampu menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi daerah. “Budaya yang terus hidup menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi daerah,” kata Ocke dalam sambutannya.
Ocke menjelaskan, PEKEN Jasindo mengusung empat pilar utama: pemberdayaan ekonomi, inklusi sosial, pelestarian budaya, dan kesejahteraan masyarakat. Keempat pilar itu selaras dengan pembangunan nasional. Program ini mendorong kewirausahaan dan penguatan ekonomi dari daerah, bukan sekadar seremonial.
Asuransi Jasindo menghadirkan berbagai kegiatan bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Mulai dari bazar UMKM, promosi produk kreatif, hingga business matching. Peserta juga mengikuti pelatihan digital marketing, branding, serta pengembangan kemasan produk. Mereka juga memperoleh literasi keuangan dan manajemen risiko.
Panitia memberikan edukasi asuransi, pendampingan legalitas usaha, serta fasilitasi sertifikasi halal dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, berharap program tersebut memperluas peluang usaha masyarakat. Menurut Brellian, pelaku UMKM membutuhkan jaringan kuat dan peningkatan kompetensi agar mampu meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.
Selain pemberdayaan ekonomi, PEKEN Jasindo menyediakan layanan publik seperti pembuatan NIB, perpanjangan SIM, konsultasi legalitas usaha, serta pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, dan edukasi kesehatan. Acara juga diramaikan pertunjukan seni budaya, workshop kerajinan, talkshow, dan berbagai lomba. UMKM difabel dilibatkan agar mendapat kesempatan setara.
PT IBS Reinsurance Brokers dan Rumah Sakit Abdi Waluyo turut mendukung kegiatan ini. Kolaborasi tersebut memperluas manfaat program bagi masyarakat Pandeglang.
Ocke menegaskan Asuransi Jasindo terus memperkuat ekonomi Indonesia melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan potensi daerah serta karya lokal. Ia berharap setiap daerah mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional. “Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci menciptakan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing,” ujarnya.