DPRD Kota Tangerang Dorong Perusahaan Bagikan Masker ke Pekerja, Antisipasi ISPA Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Penulis: Fauzan Arifin  •  Selasa, 08 September 2026 | 09:58:01 WIB
Pekerja di kawasan industri Kota Tangerang diimbau menggunakan masker untuk mencegah ISPA akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, meminta perusahaan dan kawasan industri tak hanya fokus melindungi pelajar dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Para pekerja yang beraktivitas sehari-hari di lapangan juga dinilai memiliki potensi terpapar dan membutuhkan perhatian serupa. Imbauan ini mengemuka di tengah terpantaunya abu vulkanis di sejumlah wilayah Jabodetabek.

TANGERANG — DPRD Kota Tangerang menyoroti perlunya perlindungan kesehatan bagi para pekerja di perusahaan dan kawasan industri imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, menilai edukasi dan fasilitas kesehatan tidak boleh hanya menyasar kalangan pelajar.

Menurut Arief, para pekerja sama rentannya terhadap gangguan pernapasan akibat abu vulkanis. Mereka menghabiskan waktu lebih banyak di luar ruangan atau di lingkungan yang udaranya mungkin telah terkontaminasi.

“Bukan hanya untuk pelajar, kita juga perlu memberikan perhatian kepada warga Kota Tangerang yang beraktivitas sehari-hari sebagai pekerja. Mereka juga memiliki potensi terpapar abu vulkanis, sehingga perlu mendapatkan edukasi mengenai kondisi terakhir dan langkah-langkah mitigasi,” kata Arief dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Senin.

Pelaku Usaha Diminta Sediakan Masker dan APD

Arief mendorong para pelaku usaha untuk berperan aktif dalam menjaga kesehatan karyawannya. Fasilitas seperti masker dan alat pelindung diri (APD) dinilai penting untuk memastikan pekerja tetap bisa beraktivitas tanpa mengorbankan keselamatan.

“Pada saat yang sama, kita mengimbau pelaku usaha untuk memfasilitasi pekerjanya sehingga mereka tetap produktif, namun kondisi kesehatan karyawannya juga terjaga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara Pemkot Tangerang dan dunia usaha menjadi kunci. Dukungan itu bisa berupa penyediaan masker, APD, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi seluruh warga yang bekerja.

Dukungan untuk PJJ dan Evaluasi Kualitas Udara

DPRD mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan (Disdik) yang menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah mitigasi. Kebijakan itu dinilai sejalan dengan arahan Gubernur Banten dan perlu dievaluasi berkala mengikuti perkembangan kondisi udara setempat.

Arief juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meningkatkan pemantauan cuaca dan kualitas udara. Hasil pemantauan itu penting sebagai bahan pertimbangan bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam mengambil langkah dari aspek kesehatan masyarakat.

“Pemkot juga perlu melakukan pemantauan cuaca dan memastikan seluruh warga Kota Tangerang mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, khususnya kelompok rentan. Termasuk bukan hanya pembagian masker, tetapi juga menyiapkan seluruh faskes secara proaktif untuk melakukan monitoring kesehatan warga,” katanya.

Wali Kota Ingatkan Warga Tetap Tenang

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengingatkan bahwa penggunaan masker adalah langkah sederhana untuk melindungi diri dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Ia menyebut abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah terpantau di kawasan Jabodetabek hingga Jawa Barat.

Sachrudin mengimbau warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk disiplin memakai masker dan terus mengikuti arahan resmi pemerintah. Ia meminta masyarakat tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas dengan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.

“Kami juga sudah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, tidak perlu panik. Yang penting kita jaga kesehatan kita,” katanya.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top