BANTEN — Pengambilalihan ini mencuat setelah Meta mengumumkan layanan AI bernama Muse, agen pribadi yang dirancang membantu pengguna menjalankan berbagai tugas digital. Username @muse kini resmi menempel di akun Instagram dan X milik layanan tersebut.
Muse merupakan layanan AI terbaru Meta yang diposisikan sebagai agen pribadi pengguna. Pengumuman ini langsung menyedot perhatian warganet, bukan hanya karena kemampuan produknya, tetapi karena cara Meta mendapatkan handle media sosial yang identik dengan nama band legendaris tersebut.
Band Muse sendiri telah mendaftarkan merek dagang namanya sejak 1999, jauh sebelum Meta menjadi raksasa teknologi seperti sekarang. Selama bertahun-tahun, akun @muse di Instagram dan X menjadi kanal resmi mereka berkomunikasi dengan penggemar.
Sejumlah penggemar menyindir ironi di balik perubahan nama tersebut. Muse dikenal lewat sejumlah album rock bertema distopia yang memperingatkan soal masa depan ketika publik diperintah atau dicuci otak oleh teknologi.
"Muse berubah dari band yang membuat album rock distopia yang memperingatkan kita tentang pengambilalihan oleh mesin hingga akhirnya menerima uang dari AI adalah ironi tragis," kata seorang penggemar di X, seperti dikutip The Independent, Minggu (13/9/2026).
Hingga kini belum diketahui perjanjian seperti apa yang disepakati band Muse dengan Meta terkait pengambilalihan username tersebut. Meta juga belum memberi penjelasan resmi soal nilai kesepakatan maupun mekanisme perpindahan handle itu.
Ini bukan pertama kalinya username media sosial berpindah tangan setelah Meta membuat pengumuman besar. Perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu pernah merebut username Instagram @Meta dari majalah motor independen bernama sama, tepat setelah Facebook berganti nama menjadi Meta pada 2021.
Dua tahun berselang, saat meluncurkan Threads pada 2023, Meta kembali mengambil alih username @threads di Instagram dari toko fesyen kecil bernama American Threads. Pola ini menunjukkan Meta tidak segan menegosiasikan perpindahan handle bernilai strategis menjelang peluncuran produk baru.
Secara resmi, Meta melarang pengguna membeli, menjual, atau memperdagangkan username Instagram. Aturan itu tertuang dalam pedoman komunitas platform, dengan ancaman penangguhan akun bagi pelanggarnya.
Meski begitu, sejumlah username yang banyak dicari tetap berpindah tangan lewat jalur rahasia. Praktik ini umum terjadi di kalangan pemilik handle premium, meski tidak pernah diakui secara terbuka oleh platform maupun pihak yang bertransaksi.
Kasus band Muse menambah daftar panjang sengketa identitas digital antara perusahaan teknologi dan pemilik merek yang lebih dulu memakai nama tersebut. Bagi pelaku bisnis digital, kejadian ini menjadi pengingat bahwa kepemilikan username di platform pihak ketiga selalu bergantung pada kebijakan sepihak pemilik platform.