BANTEN — Sharper Esports dari Thailand menutup PMGO SEA Finals S2 sebagai juara dengan koleksi 148 poin, hasil akumulasi 101 poin elims dan 47 poin placement. Bigetron by Vitality harus puas di posisi kedua dengan 147 poin, terpaut satu angka saja. Selisih tipis itulah yang membuat insiden di match ke-16 jadi sorotan tajam penggemar PUBG Mobile Tanah Air.
Kejadian berlangsung pada hari terakhir turnamen, 13 September 2026, di map Erangel. Saat memasuki late game, hanya tersisa dua tim: Bigetron by Vitality dan Sharper Esports.
Bigetron sempat unggul. Pada menit ke-28, granat BTR Zetaxzz connect ke SP Ch4co dan SP Sakura, memulangkan keduanya ke lobby. Sharper tinggal menyisakan dua pemain, lalu SP Nc2 terkena blue zone dan masuk kondisi knock.
Momen inilah yang jadi pemicu. SP Nc2 diduga memakai fitur surrender alias menyerah, tepat ketika Zetaxzz sedang spray AUG ke arahnya. Bar darah SP Nc2 hilang seketika dan dinyatakan mati karena blue zone, bukan oleh kill Bigetron.
Efeknya jelas: Bigetron kehilangan potensi tambahan poin kill yang bisa mengubah peta klasemen akhir.
Sharper menutup turnamen dengan 148 poin, sementara Bigetron mengumpulkan 147 poin. Selisih satu angka ini membuat aksi SP Nc2 dinilai tidak menghormati tim lawan.
Jika poin keduanya sama-sama 148, aturan tiebreaker bakal berlaku. Penentuan juara mengacu pada perolehan WWCD, dan dalam skenario itu gelar juara PMGO SEA Finals 2026 jatuh ke tangan Bigetron by Vitality.
Total 19 game dimainkan seluruh partisipan sepanjang turnamen, dengan tujuh game di hari terakhir. Insiden di match ke-16 jadi titik yang paling banyak dibahas ulang di kanal YouTube PUBG Mobile Indonesia dan Instagram resmi PUBG Mobile Esports ID.
Ada dua hal yang masih menggantung. Pertama, apakah SP Nc2 benar-benar menggunakan fitur surrender? Kedua, jika memang dipakai, apakah fitur itu legal digunakan di turnamen resmi?
Hingga berita ini diturunkan, pihak PUBG Mobile Esports belum memberikan keterangan resmi. Penggemar PUBG Mobile di Indonesia masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari penyelenggara soal status insiden ini.
Selama tidak ada pernyataan resmi, klasemen akhir PMGO SEA Finals S2 tetap menempatkan Sharper Esports sebagai juara dan Bigetron by Vitality di peringkat kedua.