BANTEN — Marquez sempat terpuruk di awal musim. Selama tujuh seri pertama, ia belum sekalipun menang di balapan grand prix dan empat kali gagal finis di zona poin. Kondisi itu membuatnya tertinggal jauh dari duo Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, yang bergantian mengisi dua posisi teratas klasemen.
Titik terendah terjadi di Mugello. Finis ketujuh di sirkuit Italia itu menempatkan Marquez terpaut 102 poin dari pemimpin kejuaraan. Jarak yang biasanya sulit dikejar di pertengahan musim.
Sejak Mugello, Marquez perlahan bangkit. Juara dunia sembilan kali itu menang di Hungaria, Ceko, Jerman, Aragon, dan San Marino. Empat kemenangan terakhir diraih beruntun, termasuk balapan akhir pekan lalu di Misano.
Di sisi lain, Bezzecchi dan Martin justru kehilangan momentum. Keduanya sama sekali tidak memenangi balapan grand prix setelah mendominasi paruh awal musim.
Marquez kini memuncaki klasemen dengan 274 poin. Martin mengoleksi poin identik, tetapi Marquez unggul jumlah kemenangan. Bezzecchi tertinggal 33 poin di posisi ketiga.
Selisih tipis itu membuat setiap balapan sisa musim berpotensi mengubah urutan puncak. Marquez menyadari hal tersebut dan tak ingin menyia-nyiakan keunggulan yang sudah susah payah diraih.
Marquez menyebut penurunan performa rivalnya sebagai hadiah yang datang tepat waktu. Ia mengaku sempat tidak memikirkan perburuan gelar saat kondisinya belum pulih sepenuhnya.
"Aku tadinya siap balapan [di Mugello], dengan kondisi tidak 100%, tapi itu sekaligus juga cara untuk mempersiapkan -- jika Anda ingin memiliki kesempatan untuk memenangi balapan," kata Marquez, dikutip dari Crash.
"Saat itu aku enggak memikirkan tentang kejuaraan karena itu tidak tergantung kepadaku. Memang benar bahwa para rival memberiku sebuah hadiah, dan ketika aku merasakan hadiah itu, rasanya manis. Jadi aku sedang berusaha memaksimalkan keuntunganku dari gaya balapku, dari motorku, dan dari timku," ujarnya menambahkan.
Dengan poin yang masih sama dengan Martin, Marquez tidak bisa bersantai. Ia menegaskan akan terus memaksimalkan performa motor dan timnya untuk menjaga posisi di puncak klasemen.
Balapan berikutnya menjadi ujian berikutnya bagi Marquez. Jika mampu menjaga konsistensi, peluangnya mengunci gelar juara dunia musim ini semakin terbuka lebar.