Sebanyak 20 unit gudang di Kawasan Pergudangan Kosambi Permai, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, terbakar pada Rabu (16/9) siang. BPBD Kabupaten Tangerang mengerahkan 30 personel gabungan beserta belasan unit armada pemadam untuk mengendalikan api yang masih berlangsung hingga proses pendinginan.
KABUPATEN TANGERANG — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyatakan proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung di lokasi kejadian. Petugas di lapangan saat ini fokus membasahi gudang-gudang yang belum tersambar api agar perambatan tidak meluas ke bangunan berikutnya.
Dari 20 unit gudang yang terbakar, sebagian dalam kondisi kosong dan sebagian lainnya terisi muatan kasur busa. Hampir seluruh struktur bangunan gudang telah ambruk akibat kobaran api.
Petugas belum dapat mengidentifikasi secara rinci seluruh isi gudang maupun penyebab pasti kebakaran. Kondisi bangunan yang sudah ambruk membuat pendataan awal tidak bisa dilakukan dari luar.
"Karena pada saat itu kondisi gudang sudah ambruk. Jadi belum ketahuan nih gudang-gudang apa, isinya juga udah kebakaran gitu," kata Taufik di Tangerang, Rabu.
Ia menegaskan tim gabungan masih berfokus pada penanganan darurat. Penyebab kebakaran belum ditemukan hingga proses pendinginan selesai.
Penanganan kedaruratan melibatkan armada dari sejumlah instansi. BPBD Kabupaten Tangerang mengerahkan enam unit pemadam ke lokasi kejadian.
Tambahan bantuan datang dari otoritas Bandara Soekarno-Hatta yang mengirim satu unit, serta empat unit mobil tangki air dari pengelola Kawasan Pergudangan Kosambi Permai.
"Rinciannya meliputi enam unit dari BPBD Kabupaten Tangerang, satu unit bantuan dari otoritas Bandara Soekarno-Hatta, serta dukungan empat unit mobil tangki air dari pihak Kawasan Pergudangan Kosambi Permai," ujar Taufik.
Hingga Rabu sore, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Kebakaran sempat memicu kepanikan warga dan pengendara kendaraan besar di sekitar kawasan pergudangan.
Tim gabungan terus melakukan penyiraman intensif pada gudang yang belum tersambar api. Langkah ini untuk memastikan api tidak merambat ke blok gudang lain di kawasan yang sama.
"Sementara ini kami masih fokus dalam penanganan. Untuk penyebab masih belum ditemukan," kata Taufik.