TANGERANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten menargetkan pengiriman siswa bermasalah ke tiga barak TNI pada Oktober 2026. Kepala Disdikbud Banten Jamaluddin mengatakan pembinaan berlangsung dua hari di setiap lokasi, dengan fokus penguatan disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian.
Peserta berasal dari jenjang SMA di seluruh Banten. Sekolah tetap dilibatkan mengawasi siswa selama proses pembinaan berjalan.
Yonif Badak Putih 320 di Pandeglang menjadi lokasi pertama. Dua lokasi lain adalah Batalyon Kavaleri 9 di Kota Tangsel dan Grup 1 Kopassus di Kota Serang.
Jamaluddin memastikan metode pembinaan tidak menyasar fisik siswa. Materi yang diberikan mencakup kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan bela negara.
"Pembinaan dalam rangka pembinaan rasa tanggung jawab, kemandirian, itu penting. Di situ diajarin, tapi tidak tidak digembleng seperti TNI," kata Jamaluddin, Minggu 27 September 2026.
Ia berharap pembinaan dua hari cukup mengubah perilaku siswa agar tidak mengulangi pelanggaran. "Saya minta TNI membantu kami untuk bagaimana ke depan anak-anak itu bisa berubah. Semoga hal ini berdampak positif," ucapnya.
Skema pengiriman pelajar bermasalah ke barak TNI sebelumnya dijalankan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pemprov Banten mengadopsi pendekatan serupa untuk menekan angka pelanggaran pelajar di wilayahnya.
Banten memiliki ratusan SMA dan SMK dengan total lebih dari 200 ribu siswa. Jumlah itu membuat pengawasan perilaku pelajar menjadi pekerjaan besar bagi dinas pendidikan dan sekolah.
Di Kota Tangerang, Kepolisian menempuh jalur berbeda lewat program "Polisi Pendamping Kelas". Bhabinkamtibmas Kelurahan Gebang Raya, Aiptu Asep Wijaya, menyebut pendampingan dilakukan rutin ke sekolah sasaran.
Program itu bagian dari Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar yang digagas Polda Metro Jaya. Polisi tidak hanya memberi penyuluhan, tetapi juga membangun komunikasi langsung dengan siswa untuk memetakan persoalan mereka.
"Program ini akan dilakukan secara rutin terhadap sekolah-sekolah yang menjadi sasaran. Pembinaan diterapkan secara bertahap, dengan target mendorong sekolah dari zona merah menuju zona kuning, hingga akhirnya mencapai zona hijau," ucap Asep.
Siswa juga diingatkan bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi informasi belum jelas kebenarannya. Sasaran akhirnya menekan aksi tawuran serta geng motor yang meresahkan warga.
Pemprov Banten memakai jalur kedisiplinan militer selama dua hari. Kepolisian di Tangerang memilih pendampingan berkelanjutan di sekolah.
Keduanya menyasar kelompok pelajar yang sama: mereka yang berisiko masuk lingkaran pelanggaran. Evaluasi hasil pembinaan di tiga barak TNI akan menentukan apakah program dilanjutkan atau diperluas ke lokasi lain.