BANTEN — Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di SPBU Pertamina, Shell, dan BP terpantau stabil per 28 September 2026, setelah sejumlah produk mengalami kenaikan sepanjang bulan ini. Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green tercatat naik dibandingkan Agustus 2026, sementara Pertamax dan Pertalite tidak berubah. Stabilitas harga ini menjadi acuan bagi konsumen kendaraan bermotor di tengah fluktuasi harga minyak global.
Paragraf pembuka: PT Pertamina (Persero) melalui laman resminya memperbarui daftar harga BBM non-subsidi per 28 September 2026. Beberapa produk mengalami penyesuaian ke atas jika dibandingkan periode Agustus 2026, namun harga yang berlaku saat ini bertahan stabil. SPBU swasta Shell dan BP juga menunjukkan tren serupa dengan mempertahankan banderol sejak awal bulan.
Dari tujuh produk yang dipantau, tiga di antaranya tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap Rp 10.000 per liter, Solar Subsidi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax Rp 15.950 per liter.
Empat produk lain justru mencatat kenaikan signifikan sepanjang September. Pertamax Turbo naik dari Rp 18.300 menjadi Rp 19.600 per liter, sedangkan Pertamax Green melonjak dari Rp 16.600 ke Rp 19.150 per liter.
Kenaikan paling tajam terjadi pada Dexlite yang bergerak dari Rp 19.700 menjadi Rp 23.700 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp 21.150 ke Rp 25.200 per liter.
Di SPBU Shell, harga V-Power Diesel konsisten sejak 1 September 2026 di angka Rp 25.420 per liter. Tidak ada perubahan yang dilaporkan sepanjang bulan.
SPBU BP juga mempertahankan harga sejak awal bulan. BP 92 tetap Rp 16.130 per liter, sementara dua produk dieselnya naik dibandingkan Agustus.
BP Ultimate naik dari Rp 16.760 menjadi Rp 19.330 per liter, dan BP Ultimate Diesel dari Rp 21.910 ke Rp 25.420 per liter.
Kenaikan harga BBM non-subsidi ini terutama membebani pemilik kendaraan yang menggunakan bahan bakar beroktan tinggi. Pengguna mobil diesel modern dan kendaraan bermesin turbo paling merasakan dampaknya karena Dexlite, Pertamina Dex, dan BP Ultimate Diesel mencatat lonjakan tertinggi.
Sebaliknya, pengguna Pertamax dan Pertalite masih menikmati harga yang tidak berubah. Pertalite sebagai bahan bakar bersubsidi tetap di Rp 10.000 per liter, sementara Pertamax di Rp 15.950 per liter.
Stabilitas harga di akhir September ini memberikan kepastian jangka pendek bagi konsumen. Namun, fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah masih menjadi faktor yang bisa memengaruhi penyesuaian harga berikutnya.
Penutup: Pertamina, Shell, dan BP kompak menahan harga BBM non-subsidi mereka di akhir September 2026 setelah kenaikan pada awal bulan. Bagi konsumen, momen ini bisa dimanfaatkan untuk mengisi tangki sebelum potensi penyesuaian berikutnya, terutama untuk produk diesel yang harganya sudah melesat jauh dibandingkan Agustus.