Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan mengimbau masyarakat tidak menyalahgunakan layanan darurat Tangsel Siaga 112 untuk laporan palsu. Kepala Diskominfo Tangsel Tb. Asep Nurdin menekankan keakuratan informasi, terutama titik koordinat dan alamat lokasi kejadian, sangat menentukan kecepatan petugas menangani keadaan darurat. Layanan 112 menerima laporan kebakaran, kecelakaan lalu lintas, kondisi medis darurat, hingga pohon tumbang.
TANGERANG SELATAN — Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Banten, meminta warga menggunakan layanan darurat Tangsel Siaga 112 secara bijak dan bertanggung jawab. Kepala Diskominfo Tangsel Tb. Asep Nurdin menyatakan laporan palsu atau prank berpotensi mengalihkan fokus petugas dari warga yang sedang menghadapi ancaman nyawa di tempat lain.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan ini secara bijak dan bertanggung jawab. Jangan sampai laporan palsu atau prank justru mengalihkan fokus petugas dari warga yang sedang menghadapi ancaman nyawa di tempat lain," kata Asep.
Layanan Tangsel Siaga 112 menerima berbagai laporan keadaan darurat, antara lain kebakaran, kecelakaan lalu lintas, kondisi medis darurat, hingga pohon tumbang. Setiap laporan yang masuk melalui sistem terpusat itu segera diteruskan kepada perangkat daerah atau petugas terkait, seperti Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, BPBD, dan fasilitas kesehatan.
Asep menjelaskan sistem tersebut dibangun untuk mempercepat koordinasi antara masyarakat dan petugas di lapangan. Penanganan dilakukan sesuai jenis kejadian dan lokasi.
"Kami ingin memastikan tidak ada lagi sekat birokrasi yang memperlambat penanganan. Begitu ada laporan masuk, petugas di ruang kendali langsung berkoordinasi dengan pos terdekat di lapangan agar penanganan bisa dilakukan seketika," katanya.
Layanan 112 dirancang memangkas tahapan pelaporan yang berpotensi memperlambat respons. Terutama untuk kejadian yang membutuhkan penanganan segera. Sebagai wilayah penyangga ibu kota dengan mobilitas penduduk tinggi, Tangerang Selatan menghadapi berbagai potensi keadaan darurat, mulai dari cuaca ekstrem yang dapat memicu pohon tumbang hingga insiden perkotaan lainnya.
Asep menyebut kehadiran Tangsel Siaga 112 merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menyediakan layanan darurat yang terintegrasi bagi masyarakat.
"Layanan ini bukan sekadar saluran telepon biasa, melainkan pusat komando terpadu yang langsung menghubungkan warga dengan instansi teknis terkait," ujarnya.
Asep mengimbau masyarakat tetap tenang ketika menghubungi layanan darurat agar informasi yang disampaikan dapat diterima petugas secara jelas. Warga juga diminta menjelaskan jenis kejadian secara spesifik dan memberikan informasi lokasi dengan menyebut nama jalan, patokan terdekat, serta kelurahan dan kecamatan.
Selain itu, pelapor perlu menyampaikan kondisi terkini secara terbuka, terutama jika terdapat korban jiwa, potensi bahaya lanjutan seperti kabel listrik menjuntai, atau akses jalan yang tertutup.
"Kelima, pastikan untuk tetap siaga dan jangan langsung menutup saluran komunikasi. Petugas kami mungkin membutuhkan konfirmasi data tambahan selama perjalanan menuju lokasi," ujarnya.
Masyarakat Kota Tangerang Selatan yang mengalami atau menyaksikan keadaan darurat dapat mengakses layanan tersebut melalui WhatsApp di nomor 081380201112 atau telepon 112 secara gratis.