Festival Situ Gede Tangerang Digelar Sebulan Penuh, Libatkan Lenong Betawi hingga Bazar UMKM

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:40:01 WIB
Pengunjung menyaksikan pertunjukan lenong Betawi pada Festival Situ Gede 2026 di Kota Tangerang.

Pokdarwis Kampung Lima Situ Gede menggelar Festival Situ Gede 2026 di Kota Tangerang mulai 1 hingga 31 Oktober 2026, menghadirkan kesenian Betawi, hiburan rakyat, hingga bazar UMKM. Disbudpar Kota Tangerang menilai festival ini sebagai bukti kemandirian komunitas dalam mengembangkan destinasi wisata sekaligus menggerakkan perekonomian warga setempat.

TANGERANG — Festival Situ Gede 2026 berlangsung sebulan penuh, dari 1 hingga 31 Oktober 2026, dengan rangkaian acara yang menyasar berbagai kalangan usia. Ketua Pokdarwis Kampung Lima Situ Gede Rosyadi menyebut agenda festival mencakup kesenian musik Betawi, lenong, pertunjukan hiburan rakyat, bazar UMKM, hingga lomba melukis dan menggambar bagi siswa TK dan SD.

Rangkaian kegiatan itu disiapkan sebagai ruang menggali dan memperkenalkan kebudayaan lokal yang selama ini belum banyak diangkat ke permukaan.

Kesenian Betawi Jadi Daya Tarik Utama

Pertunjukan lenong dan musik Betawi ditempatkan sebagai bagian inti festival, bukan sekadar pelengkap acara. Pilihan itu sejalan dengan karakter kawasan Situ Gede yang berada di lingkungan Kampung Lima, salah satu kantong budaya Betawi di Kota Tangerang.

Selain pertunjukan budaya, panitia menyediakan wahana permainan dan area kuliner yang bisa dinikmati pengunjung bersama keluarga. Kehadiran berbagai aktivitas tersebut diharapkan memberi alternatif hiburan masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM lokal.

Disbudpar Apresiasi Inisiatif Pokdarwis

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Boyke Urip Hermawan menyatakan pihaknya mengapresiasi inisiatif Pokdarwis Kampung Lima yang menggelar festival secara mandiri. Menurutnya, Festival Situ Gede menjadi bukti bahwa kemandirian komunitas dapat berperan dalam mengembangkan destinasi wisata dan meningkatkan daya tarik kunjungan ke Kota Tangerang.

Disbudpar Tangerang, kata Boyke, terbuka untuk mendukung berbagai kegiatan pariwisata yang diinisiasi masyarakat. Dukungan tersebut dilakukan melalui pembinaan, pengarahan, serta sinergi dengan berbagai pihak terkait agar kegiatan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih luas.

"Dengan adanya Festival Situ Gede ini, mudah-mudahan bisa menginspirasi Pokdarwis-Pokdarwis di tempat lain. Alam yang ada di Situ Gede berpotensi menjadi destinasi wisata sekaligus penggerak roda perekonomian masyarakat dan UMKM," ujar Boyke.

Dorong Kolaborasi Pemkot dan Pemprov

Rosyadi berharap Festival Situ Gede mampu memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Tangerang. Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah kota dan provinsi untuk bersama-sama mengembangkan potensi Situ Gede, termasuk dari sisi fasilitas dan daya tarik wisata.

"Manfaatkan Festival Situ Gede 2026 ini sebagai ruang ekspresi dan wadah komunitas untuk menggerakkan pariwisata, meningkatkan jumlah kunjungan, serta menggerakkan ekonomi dan UMKM yang ada di Kota Tangerang," ujarnya.

Festival yang berjalan sebulan penuh ini menjadi ujian bagi Pokdarwis Kampung Lima dalam menjaga konsistensi penyelenggaraan. Jika kunjungan dan transaksi UMKM selama Oktober 2026 sesuai target, format serupa berpeluang direplikasi Pokdarwis lain di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top