Kapten Kapal Tanker MT Honour, Ashari Samadikun (34), menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga lima anak buah kapal yang gugur dalam insiden penyanderaan perompak Somalia. Permohonan itu disampaikan Ashari setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa malam, setelah dirinya dan tiga kru yang selamat berhasil dibebaskan.
TANGERANG — Kapten Kapal Tanker MT Honour, Ashari Samadikun (34), mengungkapkan rasa gagal yang mendalam karena tidak mampu membawa seluruh awaknya pulang dengan selamat. Pria asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, itu merasa terpukul lantaran janji terbesarnya untuk memastikan keamanan seluruh kru dalam kondisi apa pun tidak terpenuhi.
Ashari dan tiga kru yang selamat tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa malam. Ketiganya adalah Adi Faizal (2nd Officer, asal Kabupaten Bulukumba, Sulsel), Wahudinanto (Chief Officer, asal Pemalang, Jawa Tengah), dan Fiki Mutakin (asal Bogor, Jawa Barat).
Dalam pernyataannya, Ashari secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada kelima keluarga kru yang meninggal. Ia mengaku tidak bisa menepati janji membawa semua anak buahnya pulang dalam keadaan selamat.
"Dan saya selaku kapten, memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal. Saya tidak bisa menepati janji saya membawa semua kru saya dengan keadaan selamat. Saya memohon maaf sebesar-besarnya," ucap Ashari.
Penyanderaan oleh perompak di Somalia berlangsung sejak April 2026. Insiden itu menempatkan Ashari pada posisi tersulit sebagai kapten, ketika harus memastikan keselamatan seluruh kru yang berada di bawah tanggung jawabnya.
Ashari mengenang momen krusial pada hari pertama penyanderaan. Saat itu dirinya mendapat kesempatan menghubungi pihak luar kapal, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi menjadi institusi pertama yang dihubunginya.
Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan, yang bergerak cepat merespons situasi darurat sejak hari pertama.
"Saya berterima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, terkhususnya Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan. Pada hari pertama saya mendapatkan kesempatan untuk menghubungi di luar kapal, yaitu yang pertama saya hubungi adalah Kedutaan Besar Nairobi," ujar Ashari.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negaranya. Pemerintah juga memastikan pemulihan fisik dan mental para korban berjalan optimal pasca-penyanderaan.
"Pada kesempatan ini, saya selaku Menko PMK ingin memastikan bahwa kelanjutan dari proses ini di mana perawatan kesehatan bagi saudara-saudara kita ini juga bisa terlaksana dengan baik," kata Sugiono.
Sugiono menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada berbagai pihak yang berjibaku selama proses penyelamatan. Apresiasi khusus ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Komisi I DPR RI, KBRI Yaunde, serta seluruh unsur yang terlibat.
"Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, kemudian seluruh anggota Komisi I DPR RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Yaunde, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulangan, pembebasan dan pemulangan saudara-saudara kita ini," kata dia.
Kepulangan Ashari bersama tiga kru yang selamat menandai berakhirnya proses pembebasan yang melibatkan sinergi diplomasi pemerintah Indonesia di luar negeri. Ketiganya kini berkumpul kembali dengan keluarga masing-masing.