YouTube Dilihat 140 Juta Warga Indonesia Tiap Bulan, Watch Time di TV Naik 30%

Penulis: Hendra Setiawan  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:19:32 WIB
YouTube mencatat lebih dari 140 juta penonton dewasa di Indonesia setiap bulan atau setara 89% populasi online nasional.

BANTEN — YouTube mencatat lebih dari 140 juta penonton dewasa di Indonesia setiap bulan, setara 89% populasi online nasional. Google melaporkan watch time YouTube di connected TV tumbuh 30% year-on-year, sementara ekosistem platform ini menyumbang Rp 8,4 triliun ke PDB Indonesia pada 2025.

Angka 140 juta itu disampaikan Veronica Utami, Country Director Google Indonesia, dalam press briefing YouTube Festival 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026). Pertumbuhan penonton lewat layar televisi disebut Veronica mengubah cara warga Indonesia mengonsumsi video, dari sekadar menggulir layar ponsel menjadi menonton dengan atensi penuh di ruang keluarga.

Pergeseran dari Smartphone ke Layar Besar

Selama ini YouTube identik dengan tontonan mobile. Data terbaru Google menunjukkan connected TV kini jadi kanal dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

"Tahun ini sendiri kita melihat ada pertumbuhan 30% dari tahun ke tahun untuk watch time di connected TV," kata Veronica.

Dia menilai pergeseran ini mengubah kualitas keterlibatan penonton. Menonton di layar besar, menurut Veronica, membuat orang benar-benar memperhatikan konten yang disaksikan, bukan sekadar doom scroll di ponsel.

YouTube sebagai Ruang Komunal dan Panggung Internasional

Selain soal durasi tontonan, YouTube diposisikan Google sebagai pusat budaya dan koneksi. Musisi Indonesia memanfaatkan platform ini untuk menembus pasar luar negeri.

Veronica mencontohkan Isyana Sarasvati yang merilis album Eklektiko. Lebih dari 41% penonton di channel YouTube Isyana berasal dari luar Indonesia, hampir separuh dari total audiensnya.

Peristiwa besar juga jadi momen berkumpul. Livestream final FIFA ASEAN Cup 2026 lewat channel RANS Entertainment mencetak rekor 4,5 juta concurrent views, angka yang menunjukkan skala audiens simultan di platform ini.

Kontribusi Rp 8,4 Triliun ke PDB dan 190 Ribu Lapangan Kerja

Dari sisi ekonomi, ekosistem YouTube menyumbang Rp 8,4 triliun terhadap produk domestik bruto Indonesia pada 2025. Platform ini juga mendukung lebih dari 190.000 lapangan kerja setara penuh waktu.

Kepercayaan penonton pada kreator jadi kunci. Menurut Veronica, rasa percaya itu membuat konsumen Indonesia datang ke YouTube saat hendak berbelanja.

"Karena ada rasa percaya yang tinggi pada kreator YouTube, maka ketika waktunya berbelanja, consumer Indonesia juga datangnya ke YouTube," jelasnya.

Semua Permukaan YouTube Dibuat Shoppable

Google merespons perilaku belanja itu dengan menjadikan setiap bagian YouTube bisa ditransaksikan. Veronica menyebut fitur belanja tersedia di masthead, Shorts, hingga tampilan connected TV.

"Setiap permukaan YouTube itu dibuat shoppable. Jadi mau nonton di masthead, di shorts, di CCTV itu sangat mudah, tinggal satu klik itu bisa langsung belanja," pungkasnya.

Langkah ini menempatkan YouTube bersaing langsung dengan platform e-commerce dan media sosial lain yang tengah membangun layanan social commerce di Indonesia. Bagi pelaku bisnis digital, kanal video berlayar besar kini bukan cuma alat kampanye brand, tetapi juga etalase penjualan dengan konversi satu klik.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top