Pemkot Tangerang Kerahkan 600 Petugas Lintas Dinas Bersihkan Ruang Publik dan Saluran Air

Penulis: Fauzan Arifin  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:02:02 WIB
Wali Kota Tangerang Sachrudin memimpin apel siaga Gerakan Nasional Indonesia Asri sebelum menerjunkan petugas ke lapangan.

Pemerintah Kota Tangerang mengerahkan 600 petugas lapangan dari lintas perangkat daerah untuk membersihkan ruang publik, ruas jalan, dan saluran air di sejumlah wilayah kota. Aksi itu merupakan bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Asri yang digelar serentak sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan hasil terbaik hanya tercapai jika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama.

TANGERANG — Wali Kota Tangerang Sachrudin memimpin apel siaga Gerakan Nasional Indonesia Asri sebelum ratusan petugas diterjunkan ke lapangan. Apel itu digelar sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengajak masyarakat menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan. Salah satu persoalan yang ingin dituntaskan adalah permasalahan darurat sampah di kota tersebut.

"Kami tadi sudah melaksanakan apel untuk menindaklanjuti gerakan serentak nasional korve bersama-sama memastikan lingkungan sekitarnya tetap bersih. Setelah apel, kami menggerakkan petugas untuk kerja bakti bersama masyarakat secara berkelanjutan," ujar Sachrudin di Tangerang, Rabu.

600 Petugas Bergerak ke Ruang Publik hingga Saluran Air

Seusai apel, sekitar 600 petugas dari sejumlah perangkat daerah langsung bergerak ke berbagai wilayah. Mereka membersihkan ruang publik, ruas jalan, hingga saluran air. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Yudi Pradana menyebut lokasi yang disasar merupakan area aktivitas masyarakat.

"Target kita yang pertama hari ini melakukan, seperti yang disampaikan Pak Wali, mengajak masyarakat untuk membersihkan area-area ruang terbuka publik, jalan, saluran. Dengan ini, semoga menjadi pemantik masyarakat ikut membersihkan dan menjaga lingkungan masing-masing," kata Yudi.

Wali Kota: Hasil Terbaik Hanya Tercapai Jika Warga Ikut Bergerak

Sachrudin menilai kebersihan kota tidak akan bertahan jika hanya mengandalkan petugas. Karena itu, warga didorong mengambil peran sejak dari hal paling sederhana, mulai dari mengelola sampah dari sumbernya, memilah sampah di rumah, hingga tidak membuangnya sembarangan.

"Bagaimana agar kota ini bisa kita rasakan kebersihannya, kenyamanannya. Hari ini, Pemkot Tangerang mengerahkan ratusan petugas di sejumlah wilayah Kota Tangerang. Tetapi hasil terbaik hanya akan tercapai jika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama," ujarnya.

Menurut Sachrudin, sampah yang dikelola dengan baik tidak selalu berakhir sebagai persoalan. Dengan pemilahan dan pengelolaan yang tepat, sampah dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Larangan TPS Liar dan Ancaman Sanksi bagi Pelanggar

Pemkot Tangerang menegaskan tidak boleh ada tempat pembuangan sampah (TPS) liar di wilayahnya. Sachrudin meminta setiap lokasi yang menjadi tempat buang sampah sembarangan ditindak tegas.

"Enggak boleh ada TPS liar di kota ini. Jangan biarkan ada tempat yang menjadi lokasi buang sampah sembarangan. Kalau perlu, reward and punishment, tindak tegas! Mari mulai memilah sampah dari rumah, karena sampah bisa bernilai ekonomis. Lingkungan bersih, hidup pun lebih sehat dan nyaman," katanya.

Penertiban tidak hanya ditujukan kepada masyarakat. Sachrudin menyatakan setiap pihak yang mencemari lingkungan, termasuk petugas apabila melakukan pelanggaran, harus mendapat perlakuan dan penegakan aturan yang sama.

DLH Berharap Gerakan Jadi Kebiasaan Baru Warga

Yudi berharap aksi bersih-bersih tidak berhenti setelah petugas meninggalkan lokasi. Menurutnya, gerakan ini justru harus menjadi awal dari kebiasaan baru di masyarakat, antara lain menjaga lingkungan sebelum kotor, memilah sebelum membuang, dan peduli sebelum persoalan menjadi lebih besar.

"Jangan sampai setelah dibersihkan, besok kotor lagi. Bukan hanya membersihkan, tapi kita juga harus bersama-sama menjaganya," ujar Yudi.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top