PANDEGLANG — Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pandeglang Dian Handayani menyatakan, peningkatan kasus influenza memang terjadi di wilayahnya. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah kasus tersebut disebabkan influenza tipe A atau jenis lainnya.
Alasannya, alat diagnostik PCR maupun rapid test untuk influenza belum tersedia di Pandeglang.
"Peningkatan kasus influenza memang ada. Namun, kami tidak bisa memastikan apakah itu tipe A atau tipe lainnya, karena alat diagnostik PCR maupun rapid test belum kami miliki," kata Dian, Kamis, 8 Oktober 2026.
Data Dinkes Pandeglang menunjukkan jumlah kasus ISPA selama Januari hingga akhir September 2026 mencapai 12.954 kasus. Pada akhir September saja, tercatat 446 kasus.
Meski demikian, Dian menegaskan data tersebut merupakan kasus ISPA dan tidak dapat langsung disimpulkan sebagai kasus influenza tipe A. Pemastian jenis virus tetap membutuhkan pemeriksaan laboratorium.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Dinkes Pandeglang memperketat pemantauan melalui sistem pelaporan mingguan dari seluruh puskesmas di setiap kecamatan. Langkah ini dilakukan untuk memantau perkembangan kasus serta mendeteksi kemungkinan peningkatan gejala gangguan pernapasan di masyarakat.
Pengawasan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor 600.6925 Tahun 2026 tentang kewaspadaan dini peningkatan kasus influenza nasional. Lewat pemantauan rutin, Dinkes berharap perkembangan kasus di daerah dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan bisa segera dilakukan.
Selain keterbatasan alat pemeriksaan, ketersediaan vaksin influenza di Pandeglang juga masih terbatas. Dian menyebutkan, daerahnya baru menerima bantuan sebanyak 1.000 dosis vaksin influenza.
Jumlah itu belum mencukupi untuk menjangkau seluruh tenaga kesehatan maupun masyarakat umum. Dengan keterbatasan tersebut, pemberian vaksin diprioritaskan bagi tenaga kesehatan yang memiliki risiko paparan lebih tinggi karena berada di garis depan pelayanan.
Dinkes Pandeglang masih menghadapi tantangan dalam memperluas perlindungan melalui imunisasi sekaligus meningkatkan kemampuan deteksi dini penyakit influenza di daerah.