Banten Masuk 5 Besar Investasi Nasional, Andra Soni Janjikan Kemudahan Perizinan di Banten Investment Forum 2026

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46:32 WIB
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan komitmen kemudahan perizinan pada Banten Investment Forum 2026 di Tangerang Selatan.

TANGERANG SELATAN — Pemerintah Provinsi Banten memakai ajang Banten Investment Forum 2026 untuk menawarkan paket kemudahan berusaha kepada calon penanam modal. Kepala daerah menegaskan bahwa penyederhanaan perizinan, kepastian hukum, dan penguatan infrastruktur menjadi tiga prioritas yang disiapkan Pemprov.

Andra Soni menyampaikan komitmen tersebut di depan peserta forum yang terdiri dari investor, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, dan mitra pembangunan. Menurutnya, Banten harus menjadi daerah yang tidak hanya menarik untuk berinvestasi, tetapi juga memberi kepastian dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Banten Punya 21 Kawasan Industri dan 2 KEK

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menyebut Banten konsisten berada di jajaran lima besar provinsi penyumbang investasi nasional. Posisi itu, katanya, ditopang keberadaan kawasan industri yang menunjang aktivitas manufaktur.

"Provinsi Banten memiliki 21 kawasan industri, yang menjadikannya terbanyak kedua di Pulau Jawa setelah Jawa Barat. Banten juga memiliki dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni di Tanjung Lesung dan BSD," ungkap Todotua.

Dua KEK tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menarik investasi baru. Namun, daya tarik itu perlu ditopang kemudahan berusaha, kepastian regulasi, serta penyelesaian hambatan yang dihadapi investor di lapangan.

Penyelarasan NIB dan NOP untuk Perkuat Fiskal Daerah

Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan mengapresiasi kinerja tata ruang dan pelayanan pertanahan di Banten, terutama koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Salah satu capaian yang disebutnya adalah penyelarasan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Objek Pajak (NOP).

"Salah satu capaian nyata yang berhasil kita lakukan adalah penyelarasan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Objek Pajak (NOP), yang ke depannya akan meningkatkan kapasitas fiskal daerah," katanya.

Penyelarasan data tersebut diharapkan mendukung tata kelola administrasi sekaligus mengoptimalkan potensi pendapatan daerah. Bagi pelaku usaha, integrasi dua basis data itu memangkas urusan administrasi yang selama ini harus diselesaikan di dua instansi berbeda.

Bank Indonesia: Peluang Investasi di Banten Masih Lebar

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Sofwan Kurnia menilai ruang penanaman modal di Banten belum tergarap penuh. Menurutnya, peluang di provinsi ini masih terbuka lebih lebar dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa.

"Kami melihat, peluang dan ruang untuk berinvestasi di Provinsi Banten masih terbuka jauh lebih lebar dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa," kata Sofwan.

Meski optimistis, Gubernur Andra Soni mengingatkan bahwa keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya modal yang masuk atau jumlah proyek yang terealisasi. Ada ukuran lain yang menurutnya lebih penting.

"Investasi bukan semata-mata tentang besarnya nilai modal yang masuk atau banyaknya proyek yang terealisasi. Investasi harus mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat struktur perekonomian daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Sinergi Pusat-Daerah Jadi Kunci Realisasi Investasi

Pemprov Banten mendorong penyederhanaan perizinan sesuai ketentuan, kepastian berusaha, penguatan infrastruktur, serta sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Langkah itu diharapkan mempercepat realisasi investasi yang selama ini tersendat di tahap perizinan.

Andra juga mengajak investor, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, dan mitra pembangunan menjadikan Banten sebagai mitra strategis. Tujuannya membangun ekosistem usaha yang produktif dan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar target nominal penanaman modal.

Dengan penguatan pelayanan publik, infrastruktur, dan koordinasi lintas pemerintahan, Pemprov Banten berharap investasi berkualitas yang masuk mampu memperluas kesempatan kerja dan memberi dampak positif bagi perekonomian daerah.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top