Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten menggelar Karya Kreatif Banten (KKB) x Banten Investment Forum (BIF) 2026 di Tangerang Selatan pada 9-11 Oktober 2026. Kegiatan itu menyatukan promosi produk UMKM dengan pencarian investor, menyusul pertumbuhan ekonomi Banten yang mencapai 5,49 persen pada triwulan II 2026. Kepala Perwakilan BI Banten Sofwan Kurnia menyebut penguatan kapasitas, digitalisasi, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar sebagai kunci utama UMKM lokal naik kelas.
TANGERANG SELATAN — Ajang KKB x BIF 2026 digelar untuk mengoptimalkan posisi Banten sebagai wilayah penyangga megapolitan. Dua agenda berbeda disatukan dalam satu panggung: pameran produk unggulan UMKM dan penjajakan investasi daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Sofwan Kurnia menilai penguatan sektor UMKM dan percepatan masuknya modal harus berjalan beriringan. Menurut dia, keduanya saling menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Laju pertumbuhan ekonomi Banten tercatat 5,49 persen pada triwulan II 2026. Angka itu melampaui pertumbuhan nasional pada periode yang sama.
Pencapaian tersebut menjadi dasar bagi BI Banten untuk mendorong dua sektor sekaligus. Sofwan menyatakan pihaknya terus memfasilitasi penyiapan proyek investasi potensial daerah agar bisa dipertemukan langsung dengan calon investor domestik maupun internasional.
"Penguatan kapasitas, digitalisasi, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar menjadi kunci utama agar UMKM lokal mampu naik kelas dan terintegrasi dengan rantai pasok industri," kata Sofwan melalui keterangannya di Serang.
KKB x BIF 2026 tidak hanya berfungsi sebagai wadah promosi produk dan potensi daerah. Sofwan menyebut forum itu difokuskan untuk mengurai berbagai hambatan investasi di lapangan, termasuk kendala perizinan dan tata ruang.
"Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah promosi produk dan potensi daerah, melainkan juga difokuskan untuk mengurai berbagai hambatan investasi di lapangan, termasuk kendala perizinan dan tata ruang," ujarnya.
Pendekatan itu menempatkan BI Banten sebagai perantara antara pemerintah daerah dan calon investor. Hambatan yang biasanya muncul di tahap perizinan coba dipetakan sebelum komitmen investasi diteken.
Selama tiga hari pelaksanaan, rangkaian KKB x BIF 2026 diisi sejumlah kegiatan. Berikut agenda yang disiapkan:
Business matching menjadi ruang bagi UMKM untuk bertemu langsung dengan pembeli potensial, termasuk dari sektor industri yang lebih besar. Skema ini sejalan dengan target integrasi UMKM ke rantai pasok industri.
Sofwan berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan bisa berlanjut. Tujuannya membangun ekosistem ekonomi Banten yang produktif, inklusif, serta berdaya saing tinggi.
Dengan posisi Banten sebagai penyangga megapolitan, masuknya investasi berkualitas dinilai penting untuk menyerap tenaga kerja lokal. Pelaku UMKM yang terhubung ke rantai pasok industri berpeluang memperluas pasar di luar wilayah Banten.