Bandara Soekarno-Hatta Salurkan 4.000 Porsi Makanan Tambahan untuk 140 Balita di Sepatan Timur

Penulis: Hendra Setiawan  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:52:31 WIB
Balita penerima manfaat program makanan tambahan Bandara Soekarno-Hatta di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

PT Angkasa Pura Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyalurkan 4.000 porsi makanan tambahan kepada 140 balita berstatus gizi kurang di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) itu juga mencakup pelatihan sertifikasi Airport Rescue Fire Fighting (ARFF) bagi 20 peserta terpilih. General Manager Bandara Soetta Heru Karyadi menyatakan kehadiran bandara harus memberi manfaat langsung bagi warga sekitar.

TANGERANG — Sebanyak 140 balita berstatus gizi kurang dan sangat kurang (underweight) di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, menjadi penerima manfaat utama program InJourney Airports Pangan Berdaya-Penurunan Stunting dan Pencegahan Gizi Buruk Tahun 2026. Makanan tambahan (PMT) sebanyak 4.000 porsi disalurkan secara bertahap melalui Posyandu di delapan desa selama 28 hari.

Selain bantuan pangan bergizi, program TJSL Bandara Internasional Soekarno-Hatta itu menyertakan penyerahan 140 paket hygiene kit. Edukasi sanitasi, gizi seimbang, dan kesehatan keluarga turut diberikan dengan menggandeng pemerintah daerah serta tenaga kesehatan setempat.

Mengapa Bandara Soetta Fokus pada Stunting dan ARFF

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi menegaskan bahwa kehadiran bandara tidak hanya berorientasi pada konektivitas dan aktivitas ekonomi. Menurut dia, dampak langsung bagi kesejahteraan warga sekitar menjadi bagian dari tanggung jawab operasional bandara.

"Kami ingin keberadaan bandara dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, baik melalui dukungan terhadap kesehatan maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia," kata Heru di Tangerang, Kamis.

Dua bidang menjadi prioritas TJSL tahun ini: kesehatan dan pengembangan sumber daya manusia. Bidang kesehatan diwujudkan lewat penanganan stunting dan pencegahan gizi buruk, sementara bidang SDM dijalankan melalui program InJourney Airports Cerdaskan Bangsa.

20 Peserta Ikuti Pelatihan ARFF 30 Hari di PPIC Curug

Program Cerdaskan Bangsa berbentuk pelatihan dan sertifikasi keahlian kebandarudaraan Basic Airport Rescue Fire Fighting (ARFF). Sebanyak 20 peserta terpilih mengikuti pelatihan intensif selama 30 hari di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC).

Materi pelatihan dirancang membekali masyarakat sekitar dengan kompetensi khusus di bidang keselamatan dan penanggulangan keadaan darurat penerbangan. Heru menyebut bekal itu untuk membuka kesempatan warga sekitar berkembang dan bersaing di industri penerbangan.

"Melalui program Cerdaskan Bangsa, kami ingin memberikan bekal yang dapat membuka kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk berkembang dan memiliki daya saing di industri penerbangan," paparnya.

Kolaborasi Lintas Sektor agar Bantuan Tepat Sasaran

Heru menekankan seluruh rangkaian program TJSL mengedepankan prinsip kolaborasi lintas sektor. Tujuannya agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial sesaat.

Distribusi makanan tambahan melibatkan Posyandu di delapan desa, sementara edukasi gizi dan sanitasi melibatkan tenaga kesehatan setempat. Skema itu memastikan penerima manfaat terdata sejak awal, termasuk balita dengan status gizi kurang dan sangat kurang.

"Harapan kami, masyarakat di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat tumbuh bersama dengan keberadaan bandara. Anak-anak dapat tumbuh lebih sehat, sementara masyarakat usia produktif memiliki kompetensi dan peluang yang semakin baik," kata dia.

Pelatihan ARFF di PPIC Curug menjadi jalur kedua yang disiapkan bandara untuk warga usia produktif. Sertifikasi yang diperoleh peserta diharapkan membuka akses kerja di sektor kebandarudaraan yang terus membutuhkan tenaga terampil bidang keselamatan.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top