Harga BBM Pertamina 12 Oktober 2026: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp15.950

Penulis: Fauzan Arifin  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 13:55:01 WIB
Pertamina menetapkan harga BBM ritel per 12 Oktober 2026 dengan Pertalite Rp10.000 dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter.

BANTEN — PT Pertamina (Persero) menetapkan harga bahan bakar minyak ritel per 12 Oktober 2026, dengan Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter di seluruh wilayah Indonesia. Penetapan harga ini penting bagi masyarakat yang hendak mengisi bahan bakar karena tarif tiap produk berbeda tergantung wilayah distribusi. Harga Pertamax di Jawa dan Bali dibanderol Rp15.950 per liter, sementara wilayah Sumatera dan Kalimantan lebih mahal hingga Rp16.650 per liter.

Paragraf pembuka: Penetapan harga berlaku untuk 16 klaster wilayah distribusi, mulai dari Aceh hingga Papua. Perbedaan tarif antarwilayah muncul karena biaya logistik dan jarak pasok dari kilang atau terminal bahan bakar terdekat. Wilayah dengan akses distribusi lebih sulit, seperti Maluku, Papua, dan Kalimantan Utara, dikenakan harga Pertamax lebih tinggi dibanding Jawa.

Harga BBM Subsidi Tetap di Seluruh Indonesia

Dua produk bersubsidi tidak mengalami perbedaan harga antarwilayah. Pertalite dibanderol Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter, berlaku sama dari Aceh sampai Papua.

Khusus NTT, Pertamina juga menyediakan Biosolar non-subsidi dengan harga Rp23.600 per liter. Kehadiran varian ini memberi pilihan bagi konsumen yang membutuhkan bahan bakar diesel di luar kuota subsidi.

Pertamax dan Pertamax Turbo: Jawa Paling Murah

Wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur menikmati harga Pertamax paling rendah, yakni Rp15.950 per liter. Pertamax Turbo di wilayah yang sama dibanderol Rp19.600 per liter, dan Pertamax Green 95 Rp19.150 per liter.

Bali, NTB, dan NTT mengikuti tarif Jawa untuk sebagian besar produk nonsubsidi. Pertamax di ketiga provinsi itu Rp15.950 per liter, Pertamax Turbo Rp19.600 per liter, dan Dexlite Rp23.700 per liter.

Dua kawasan perdagangan bebas menawarkan harga lebih miring. Di FTZ Sabang, Pertamax dijual Rp14.950 per liter, sedangkan di FTZ Batam Rp15.150 per liter. Pertamax Turbo di Batam Rp18.550 per liter, lebih rendah dibanding wilayah Sumatera lainnya.

Wilayah dengan Harga Pertamax Tertinggi

Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara mencatat harga Pertamax tertinggi, yaitu Rp16.650 per liter. Pertamax Turbo di empat provinsi itu Rp20.450 per liter, dan Pertamina Dex Rp26.300 per liter.

Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, seluruh Sulawesi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, serta Papua berada di lapisan menengah. Pertamax di wilayah-wilayah itu Rp16.300 per liter dan Pertamax Turbo Rp20.000 per liter.

Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, serta Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah hanya menyediakan Pertamax tanpa Pertamax Turbo. Harga Pertamax di sana Rp16.300 per liter, sedangkan Dexlite Rp24.200 per liter.

Harga Dexlite dan Pertamina Dex

Untuk konsumen diesel nonsubsidi, Dexlite dibanderol mulai Rp22.150 per liter di FTZ Sabang hingga Rp24.750 per liter di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara. Wilayah Jawa, Bali, NTB, dan NTT menetapkan Dexlite Rp23.700 per liter.

Pertamina Dex, produk diesel dengan cetane number lebih tinggi, dijual Rp25.200 per liter di Jawa, Bali, NTB, dan NTT. Harga tertinggi tercatat di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara sebesar Rp26.300 per liter.

Pertashop Tawarkan Harga Sedikit Lebih Murah

Pertashop, jaringan penyalur skala kecil Pertamina, menjual Pertamax dengan harga sedikit di bawah SPBU reguler. Di Jawa, Pertamax Pertashop Rp15.850 per liter, sementara di Aceh dan Sumatera Utara Rp16.200 per liter.

Selisih harga ini menjadi pertimbangan bagi konsumen di daerah yang belum memiliki SPBU besar. Pertashop umumnya hadir di kecamatan atau desa yang jauh dari pusat kota.

Penutup: Daftar harga ini menjadi acuan bagi konsumen sebelum mengisi bahan bakar, terutama di wilayah dengan tarif lebih tinggi. Masyarakat disarankan memeriksa harga di aplikasi resmi Pertamina atau SPBU terdekat karena penyesuaian bisa terjadi mengikuti kebijakan pemerintah dan pergerakan harga minyak dunia.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top