Pemkab Serang Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan di RPJMD 2027, 20.445 Guru Madrasah dan Guru Ngaji Dapat Kenaikan Insentif 50 Persen

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:46:31 WIB
Bapperida Kabupaten Serang menyusun kerangka pembangunan 2027 dengan kualitas sumber daya manusia sebagai poros.

SERANG — Bapperida Kabupaten Serang menyusun kerangka pembangunan 2027 dengan menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai poros, bukan pelengkap proyek fisik. Devid Hermawan menyatakan arah kebijakan tahun depan mengikuti pola 2026 karena sejumlah program dianggap masih relevan untuk dilanjutkan.

Menurut Devid, pembangunan daerah tidak cukup diukur dari panjang jalan atau jumlah gedung yang berdiri. Kualitas aparatur sipil negara, tenaga pendidik, guru ngaji, hingga warga secara luas ikut menentukan apakah pembangunan itu berdampak atau tidak.

Revitalisasi Sekolah Dasar dan Menengah Jadi Fokus Pendidikan

Pemkab Serang mengarahkan belanja pendidikan pada perbaikan sarana dan prasarana sekolah, khususnya jenjang SD dan SMP. Revitalisasi bangunan lama dan pembangunan fasilitas baru disebut sebagai dua jalur yang ditempuh bersamaan.

"Bagaimana kita mengoptimalkan prasarana pendidikan SD maupun SMP melalui revitalisasi maupun bangun baru," ujar Devid.

Bantuan pendidikan menyasar 1.866 siswa SD dan 1.228 siswa SMP yang tercatat sebagai penerima beasiswa. Dukungan bagi tenaga pendidik diberikan lewat kenaikan insentif 50 persen untuk 20.445 guru madrasah dan guru ngaji.

Program lain di sektor ini mencakup pelatihan baca tulis Al-Qur'an serta penyusunan kurikulum muatan lokal. Dua langkah itu diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter peserta didik, bukan hanya capaian akademik.

Puskesmas dan Pustu Jadi Titik Perbaikan Layanan Kesehatan

Di sektor kesehatan, Pemkab Serang memusatkan perhatian pada kualitas fasilitas pelayanan mulai dari puskesmas hingga puskesmas pembantu. Jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu juga masuk dalam cakupan perencanaan.

"Kalau kesehatan itu bagaimana kita meng-cover ataupun memperbaiki prasarana kesehatan seperti puskesmas, pustu," kata Devid.

Program Cek Kesehatan Gratis yang sudah berjalan tercatat menjangkau 559.770 jiwa. Pemkab Serang juga merehabilitasi empat puskesmas dan membangun satu puskesmas baru.

Pelayanan kesehatan ibu dan anak tetap menjadi bagian dari rencana, melalui pendampingan ibu hamil, penguatan gizi, serta penanganan stunting. Devid menyebut jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, termasuk cakupan Jamkesmas, menjadi perhatian khusus.

Lima Abad Serang Jadi Pijakan Bupati Soal Arah Pembangunan

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan pembangunan daerah harus memberi manfaat langsung bagi warga. Pernyataan itu disampaikannya dalam konteks peringatan lima abad Kabupaten Serang.

"Jadi di lima abad ini bukan sekadar angka dan bukan pula seremonial semata. Lima abad adalah perjalanan panjang yang di dalamnya tersimpan keteguhan, pengorbanan, karya, doa, dan keteladanan," ujarnya.

Ratu Rachmatuzakiyah menjabarkan semangat Serang Bahagia sebagai pemenuhan kebutuhan dasar: pendidikan bermutu, layanan kesehatan yang aman bagi ibu dan bayi, perlindungan bagi keluarga miskin, serta keterampilan dan kesempatan kerja bagi generasi muda.

"Anak-anak memperoleh pendidikan yang bermutu, ibu dan bayi mendapatkan layanan kesehatan yang aman, keluarga miskin memperoleh perlindungan, serta pemuda memiliki keterampilan dan pekerjaan," katanya.

Dengan arah itu, keberhasilan pembangunan Kabupaten Serang pada 2027 akan dinilai dari peningkatan kualitas SDM dan akses pelayanan publik, bukan hanya dari perubahan fisik wilayah.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: ekbisbanten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top