TANGERANG — Rakerda PEWARNA Banten dibagi ke dalam tiga komisi kerja. Komisi A berfokus mengevaluasi kinerja pengurus, Komisi B menyusun program kerja 2027, sedangkan Komisi C merumuskan rekomendasi kepada Pengurus Pusat.
Kegiatan diawali dengan ibadah singkat, lalu dilanjutkan laporan kerja dan evaluasi yang disampaikan Sekretaris Daerah PEWARNA Banten, Bintang Tampubolon. Sejumlah program yang dievaluasi mencakup kegiatan sosial dan keagamaan, kemitraan dengan pemerintah serta aparat, hingga upaya meningkatkan profesionalisme anggota dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Dua usulan menonjol mengemuka dalam pembahasan komisi. Pertama, desentralisasi penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA) agar pengurus daerah punya kewenangan lebih cepat melayani anggota. Kedua, pengembangan ekonomi kreatif sebagai jalan mendorong kemandirian organisasi.
Rakerda sendiri diposisikan sebagai forum konsolidasi untuk memperkuat soliditas kepengurusan, meningkatkan profesionalisme jurnalistik, serta memperluas kontribusi PEWARNA bagi masyarakat Banten.
Ketua PEWARNA Indonesia PD Banten, Dr. Philip Buulolo, mengapresiasi dedikasi seluruh pengurus dan jurnalis yang selama ini berkontribusi membangun organisasi. Ia berharap Rakerda tidak sekadar menjadi agenda rutin.
"Ia berharap Rakerda tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kualitas program, dan memperluas manfaat organisasi," demikian disampaikan dalam keterangan kegiatan.
Apresiasi juga datang dari Ketua Umum PEWARNA Indonesia, Yusuf Mujiono. Ia berharap PEWARNA Banten semakin solid menjalankan perannya sebagai organisasi jurnalis Kristen.
Di tengah maraknya ujaran kebencian dan caci maki di ruang publik, Yusuf mengajak anggota mengedepankan karya jurnalistik yang membangun. Karya tersebut dinilai perlu menghadirkan optimisme serta turut menjaga kerukunan dan kedamaian.
"Jangan pernah lelah memberi yang terbaik dengan apa yang kita bisa. Tetap semangat untuk terus berkarya, sekalipun nyala itu nampak kecil," pesan Yusuf.
Bung Jo Mapal dari Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Pengurus Pusat PEWARNA Indonesia menilai Rakerda Banten layak jadi rujukan. Menurutnya, kegiatan serupa bisa menginspirasi pengurus daerah lain.
Jo Mapal menekankan PEWARNA perlu semakin dikenal oleh pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Dengan begitu, peluang kerja sama dan sinergi antarlembaga terbuka lebih lebar.
Rangkaian Rakerda ditutup dengan harapan agar PEWARNA Banten memperkuat fondasi organisasi dan meningkatkan kualitas jurnalisme. Karya yang dihasilkan diharapkan membawa pesan optimisme, persatuan, dan kedamaian bagi Tangerang, Banten, hingga Indonesia.