TANGERANG — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengungkapkan data kependudukan tersebut saat menerima kunjungan Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI di Kantor Bupati Tangerang, Jumat (12/6/2026). Wilayah seluas 29 kecamatan ini memiliki 246 desa, 28 kelurahan, dan sekitar 11.500 RT/RW.
Menurut Bupati Maesyal, karakteristik Kabupaten Tangerang unik karena masih mempertahankan 246 desa yang mayoritas berada di wilayah tengah dan utara. Sementara itu, kawasan selatan telah bertransformasi menjadi pusat perkotaan baru.
Urbanisasi Terkendali: Lima Kecamatan Jadi Motor Subsidi Silang
“Di wilayah selatan, kini telah wujud kota-kota baru seperti di Kecamatan Curug, Kelapa Dua, Cisauk, Pagedangan, dan Legok. Kawasan urban modern inilah yang memberikan kontribusi besar terhadap subsidi silang bagi wilayah-wilayah lain di utara dan tengah yang statusnya masih pedesaan,” jelas Bupati Maesyal.
Strategi pengembangan wilayah yang tidak merata ini justru menjadi andalan fiskal. PAD sebesar Rp5,2 triliun menjadi penopang utama pendapatan daerah yang ditargetkan mencapai Rp8,2 triliun. Selain PAD, sumber pendapatan lainnya berasal dari Dana Transfer Pusat sebesar Rp2,52 triliun dan pendapatan dari Provinsi Banten sebesar Rp436 miliar.
Alokasi Anggaran: Pendidikan dan Kesehatan Jauh di Atas Batas Minimal
Pemkab Tangerang mengklaim berhasil melampaui pemenuhan urusan wajib (mandatory spending) yang ditetapkan undang-undang. Sektor pendidikan dialokasikan 30 persen dari APBD, lebih tinggi dari batas minimal 20 persen. Sektor kesehatan mendapat jatah 25 persen, sementara aturan hanya mewajibkan 10 persen.
Alokasi infrastruktur mencapai 41 persen, sedikit di atas batas minimal 40 persen. Di sisi lain, belanja pegawai berhasil ditekan di angka 27 persen, berada di bawah batas maksimal 30 persen yang ditetapkan pemerintah pusat.
Tiga Tahun Berturut-Turut Dinilai Terbaik se-Banten
“Berdasarkan data dari tingkat provinsi, penyusunan APBD Kabupaten Tangerang dinilai sebagai yang terbaik di Provinsi Banten selama tiga tahun berturut-turut,” tegas Bupati Maesyal.
Ia menambahkan, efisiensi dan ketepatan alokasi tersebut dituangkan ke dalam lima komponen unggulan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bersama Wakil Bupati. Kelima komponen itu meliputi tata kelola pemerintahan yang efektif, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan lingkungan.
“Ini adalah representasi murni dari apa yang diinginkan masyarakat bawah saat kami turun ke lapangan,” pungkasnya.