BANTEN — Dalam RUPS kali ini, MIND ID menunjuk Wahyu Suparyono sebagai Direktur Keuangan yang baru. Ia menggantikan Adityo Kusumo yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan dan Investasi.
Sementara itu, posisi Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir kini dipercayakan kepada Achmad Ardianto. Nama terakhir bukanlah wajah baru di industri pertambangan nasional. Sebelum bergabung ke holding, ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Yang menarik, MIND ID juga membentuk jabatan baru: Direktur Penelitian, Pengembangan dan Keberlanjutan. Posisi ini diisi oleh Suko Hartono, figur dengan pengalaman panjang di sektor energi. Suko sebelumnya memimpin PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada periode 2020-2021 dan baru saja ditetapkan sebagai Komisaris Independen PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sehari sebelum RUPS MIND ID digelar.
Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru
Setelah rombakan, jajaran direksi MIND ID kini dipimpin oleh Maroef Sjamsoeddin sebagai Direktur Utama, didampingi Dany Amrul Ichdan sebagai Wakil Direktur Utama. Berikut daftar lengkap direksi yang baru:
- Kuswantoro Pranabudi – Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha dan Portofolio
- STJ Budi Santoso – Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam
- Achmad Ardianto – Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir
- Suko Hartono – Direktur Penelitian, Pengembangan dan Keberlanjutan
- Firman Shantybudi – Direktur Manajemen Risiko, Tata Kelola dan Hukum
- Pambudi Sunarsihanto – Direktur Sumber Daya Manusia dan Korporasi
- Wahyu Suparyono – Direktur Keuangan
Di sisi pengawasan, Fuad Bawazier ditunjuk sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Dewan komisaris juga diperkuat oleh Nugroho Widyotomo, Tri Winarno, Muhammad Fadil Imran, Carmelita Hartoto, Grace Natalie Louisa, Astera Primanto Bhakti, dan Wahyu Kuncoro.
Mengapa Perombakan Ini Penting?
Pembentukan divisi baru yang fokus pada penelitian dan keberlanjutan menunjukkan keseriusan MIND ID dalam menghadapi transisi energi global. Dengan Suko Hartono yang berlatar belakang gas dan energi, holding ini tampak ingin memperkuat portofolio bisnisnya di luar tambang konvensional.
Langkah ini juga menjadi sinyal bagi investor dan pelaku pasar bahwa MIND ID tengah bertransformasi. Hilirisasi yang selama ini menjadi jargon utama pemerintah kini mulai diimbangi dengan kebutuhan riset dan praktik berkelanjutan—sebuah tuntutan yang kian keras dari pasar internasional.
Perombakan ini terjadi di tengah tekanan harga komoditas yang fluktuatif dan meningkatnya permintaan akan energi bersih. Dengan jajaran baru ini, publik menanti gebrakan MIND ID dalam mengelola aset-aset tambang nasional yang bernilai triliunan rupiah.