Pencarian

Dinkes Kabupaten Tangerang Kurangi Jatah Obat Pasien, RSUD Tigaraksa Siapkan Stok Cadangan Hadapi Kenaikan Harga 20 Persen

Minggu, 14 Juni 2026 • 13:17:01 WIB
Dinkes Kabupaten Tangerang Kurangi Jatah Obat Pasien, RSUD Tigaraksa Siapkan Stok Cadangan Hadapi Kenaikan Harga 20 Persen
Dinkes Kabupaten Tangerang kurangi jatah obat pasien sebagai antisipasi kenaikan harga obat.

TANGERANG — Kenaikan harga obat-obatan yang dipicu pelemahan rupiah mulai diantisipasi oleh fasilitas kesehatan di Kabupaten Tangerang. Dinas Kesehatan setempat memilih kebijakan pengurangan jatah obat bagi pasien, sementara RSUD Tigaraksa menyiapkan stok cadangan.

Kebijakan ini diambil setelah informasi dari distributor menyebutkan potensi kenaikan harga dalam waktu dekat. Meski belum ada rincian harga resmi, estimasi kenaikan berada di kisaran 15 hingga 20 persen.

RSUD Tigaraksa Siapkan Stok Cadangan

Direktur RSUD Tigaraksa, dr. Muhammad Faridzi Fikri, mengatakan pihaknya telah menerima informasi dari distributor terkait potensi kenaikan harga. Ia menyebut pelemahan nilai tukar rupiah menjadi faktor utama.

“Kalau melihat nilai dolar saat ini, kemungkinan kenaikannya sekitar 15 sampai 20 persen. Tapi kami belum menerima harga pastinya,” kata Faridzi, dikutip Minggu (13/6/2026).

Sebagai langkah antisipasi, RSUD Tigaraksa mulai menambah stok cadangan obat. Langkah ini diambil agar pasien tidak terdampak langsung jika harga benar-benar naik dalam waktu dekat.

Dampak ke Pasien: Jatah Obat Dikurangi

Berbeda dengan RSUD, Dinkes Kabupaten Tangerang memilih jalur pengurangan jatah obat bagi pasien. Kebijakan ini dinilai lebih realistis mengingat keterbatasan anggaran daerah.

Pengurangan jatah obat diperkirakan akan menyasar pasien di puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan obat rutin diprediksi paling terdampak.

Belum ada rincian berapa besar pengurangan jatah obat yang akan diterapkan. Dinkes disebut masih menghitung dampak kenaikan harga terhadap anggaran belanja obat tahun ini.

Pelemahan Rupiah Picu Kenaikan Harga Obat Impor

Sebagian besar bahan baku obat masih diimpor dengan mata uang dolar. Pelemahan rupiah membuat harga beli melonjak, dan distributor mulai menyesuaikan harga jual ke rumah sakit dan puskesmas.

Kenaikan harga obat bukan kali pertama terjadi. Fluktuasi nilai tukar rupiah dalam beberapa tahun terakhir kerap memicu lonjakan harga di sektor farmasi, terutama untuk obat-obatan dengan kandungan bahan impor.

Belum ada pernyataan resmi dari Dinkes Kabupaten Tangerang mengenai jadwal pemberlakuan pengurangan jatah obat. RSUD Tigaraksa memastikan stok cadangan yang disiapkan cukup untuk beberapa pekan ke depan.

Bagikan
Sumber: banten.idntimes.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks