Pencarian

Petani Pisang Lebak Raup Omzet Miliaran Rupiah per Bulan, 28 Kecamatan Jadi Sentra Produksi Terbesar di Banten

Minggu, 14 Juni 2026 • 19:08:01 WIB
Petani Pisang Lebak Raup Omzet Miliaran Rupiah per Bulan, 28 Kecamatan Jadi Sentra Produksi Terbesar di Banten
Truk dan mobil pick-up mengangkut pisang dari Lebak ke berbagai wilayah Jabodetabek setiap sore.

LEBAK — Setiap sore, puluhan truk diesel dan mobil pick-up mengangkut pisang dari Kabupaten Lebak menuju Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi, dan DKI Jakarta. Ratusan ton pisang dipasok setiap hari ke wilayah Jabodetabek, menjadikan Lebak sebagai lumbung pisang utama di Banten.

Produksi Ratusan Ton dan Omzet Miliaran Rupiah

Kepala Distan Lebak Rahmat Yuniar mengungkapkan, produksi pisang di daerahnya mencapai ratusan ton per bulan. Perputaran uang dari hasil penjualan di 28 kecamatan diperkirakan menembus miliaran rupiah setiap bulannya.

"Saya kira perputaran uang hasil penjualan pisang di 28 kecamatan hingga miliaran rupiah per bulan dengan produksi ratusan ton per bulan," kata Rahmat di Lebak, Minggu.

Harga Variatif dan Kualitas Petani Badui

Harga pisang di tingkat petani bervariasi tergantung jenisnya. Pisang nangka dijual Rp30 ribu per tandan, pisang ambon Rp100 ribu per tandan, pisang mulih Rp60 ribu per tandan, dan pisang ketan Rp70 ribu per tandan. Sementara pisang galek dan pisang raja buluh masing-masing Rp90 ribu per tandan, pisang raja sereh Rp70 ribu per tandan, serta pisang kepok Rp80 ribu per tandan.

Menurut Rahmat, pisang dari petani Badui memiliki kualitas yang cukup baik dan diminati pasar. Pemerintah daerah terus menyalurkan bantuan benih pisang agar mutu dan kualitas produksi bisa bersaing di pasar.

Petani Bisa Hasilkan Rp10 Juta per Bulan

Rahmat menjelaskan, pendapatan petani pisang bisa mencapai sekitar Rp10 juta per bulan dari lahan seluas satu hektare. Jika ditanami 2.500 pohon, pendapatan petani rata-rata Rp2,5 juta per pekan.

"Kehidupan petani pisang cukup sejahtera dan mampu membangun rumah hingga melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci," ujarnya.

UMKM Olah Pisang Jadi Aneka Camilan Tembus Pasar Modern

Pelaksana tugas (Plt) Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan, banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memproduksi olahan pisang seperti sale pisang dan keripik pisang. Produk-produk ini memiliki beragam rasa, mulai dari orisinal, pedas, asin, hingga coklat.

"Kami mengapresiasi UMKM produk aneka makanan camilan pisang bisa menembus pasar ritel modern dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat juga menanggulangi kemiskinan dan pengangguran," kata Imam.

Pisang juga dijadikan bahan baku campuran makanan untuk bolu, roti, dan donat.

Sale Pisang dari Bayah Tembus Cianjur dan Bandung

Salah satu pelaku UMKM, Maman (55), warga Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, mengaku memproduksi sale pisang yang dipasok ke penampung makanan oleh-oleh di Cianjur dan Bandung. Produksinya mencapai dua hingga tiga ton per dua pekan.

"Kami merasa terbantu pendapatan ekonomi keluarga dengan mengembangkan produk sale pisang itu bisa menghasilkan omzet Rp30-35 juta per dua pekan," katanya.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks