Pencarian

Brigade Pangan di Lebak Optimalkan 200 Hektare Sawah Petani Milenial, Produksi Capai 473.697 Ton Gabah

Jumat, 19 Juni 2026 • 16:23:01 WIB
Brigade Pangan di Lebak Optimalkan 200 Hektare Sawah Petani Milenial, Produksi Capai 473.697 Ton Gabah
Petani milenial di Lebak optimalkan 200 hektare sawah dengan alat pertanian modern.

LEBAK — Program Brigade Pangan di Kabupaten Lebak tidak sekadar mencetak sawah baru, tetapi mengubah cara bertani generasi muda. Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan mengatakan seluruh anggota brigade adalah petani milenial yang mengelola lahan milik masyarakat.

"Brigade Pangan sudah berjalan di 14 kecamatan dan semua anggotanya petani milenial atau generasi muda," kata Dodi di Lebak, Jumat.

Alat Modern Tekan Biaya Produksi Hingga Rp7 Juta per Hektare

Pengelolaan lahan pertanian oleh petani milenial disebut lebih optimal karena menggunakan alat dan mesin pertanian modern. Mulai dari pompa, traktor, hingga rice transplanter yang mampu menanam padi di areal satu hektare hanya dalam waktu 20 menit.

Saat panen, mereka menggunakan combine harvester yang berfungsi sebagai alat perontok padi sekaligus pembajak sawah. Penggunaan alat ini menurunkan biaya produksi padi dari Rp12 juta menjadi Rp4-5 juta per hektare.

Produksi Gabah Capai 473.697 Ton, Pasok Tangerang hingga Jakarta

Dodi Hermawan menyebut produksi gabah hasil panen petani di Kabupaten Lebak pada periode Januari hingga pertengahan Juni 2026 mencapai 473.697 ton. Angka ini jika dikonversikan menjadi setara beras mencapai ratusan ribu ton.

"Kita mengapresiasi Program Brigade Pangan itu dapat mendukung swasembada pangan dan ekonomi masyarakat," ujar Dodi.

Keunggulan lain, petani milenial mendapatkan bantuan pupuk di awal musim sehingga bisa melakukan percepatan penanaman setelah musim panen. Hasil panen dari areal persawahan milik masyarakat itu pun dibagi hasil dengan pemilik lahan.

15 Petani Muda di Bojongmanik, Lima di Antaranya Sarjana

Koordinator Program Brigade Pangan Kecamatan Bojongmanik, Irwan, mengatakan pihaknya mengelola pertanian padi sawah seluas 200 hektare dengan peralatan modern dari Kementerian Pertanian. Sebanyak 15 orang petani usia muda terlibat, dan lima di antaranya menyandang gelar sarjana.

"Kami mengelola usaha pertanian dengan melibatkan 15 orang petani usia muda, bahkan 5 orang di antaranya menyandang sarjana," kata Irwan.

Produktivitas sawah di Bojongmanik berdasarkan panen tahun 2025 mencapai 4-5 ton gabah per hektare. Irwan optimistis produktivitas tahun ini bisa meningkat dibandingkan tahun lalu karena perawatan dan penggunaan alsintan yang lebih maksimal.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks