BANTEN — Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan bantuan dana Rp45 juta kepada Bali United U-13 yang akan berlaga di Piala Soeratin Seri Nasional. Dana tersebut disampaikan dalam audiensi di Jayasabha, Denpasar, sebagai modal keberangkatan 25 pemain dan lima ofisial yang membawa nama Bali.
Rombongan Bali United U-13 diterima langsung Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, Selasa (22/9/2026). Audiensi itu menjadi momen terakhir skuad asuhan Frandika sebelum bertolak ke ajang nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Koster menyampaikan doa dan dukungan kepada para pemain muda. Ia berharap pengalaman bertanding di tingkat nasional menjadi bekal penting bagi perjalanan karier mereka sebagai pesepakbola.
Bantuan Rp45 Juta untuk Keberangkatan Tim
Selain dukungan moril, Koster menyerahkan bantuan dana sebesar Rp45 juta. Dana itu dialokasikan untuk mendukung keberangkatan dan perjuangan tim selama mengikuti kompetisi.
Bagi pemain yang masih dalam usia pembinaan, kesempatan tampil di Piala Soeratin Seri Nasional punya arti lebih dari sekadar turnamen. Mereka tidak hanya mewakili klub, tetapi juga membawa nama Bali saat berhadapan dengan tim dari berbagai daerah.
Manajer Apresiasi Perhatian Pemerintah Daerah
Manager Bali United U-13, Alit Wardika, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Gubernur Bali. Menurutnya, doa dan dukungan pemerintah daerah menjadi tambahan energi bagi pemain dan ofisial.
"Pak Gubernur sangat mendukung dan mendoakan anak-anak agar bisa berjuang maksimal. Kami sangat mengapresiasi doa dan support yang luar biasa dari Bapak Gubernur Bali," ujar Alit.
Ia menegaskan, dukungan tersebut akan dijawab dengan kerja keras seluruh tim. Para pemain bertekad memberikan hasil terbaik sekaligus menjaga nama baik Bali selama kompetisi berlangsung.
"Tentu kami akan berjuang habis-habisan membawa nama Bali," tegasnya.
Persiapan Singkat Jadi Tantangan Tersendiri
Head Coach Bali United U-13, Frandika, terus mematangkan persiapan tim menjelang keberangkatan. Waktu persiapan yang relatif singkat menjadi tantangan, namun tidak menyurutkan keyakinan terhadap kemampuan para pemain muda.
Selain kemampuan teknis, pemain dituntut memiliki disiplin dan keberanian saat menghadapi lawan dari berbagai daerah. Pengalaman bertanding di level nasional diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan perkembangan mereka sebagai pesepakbola muda.
Audiensi dengan Gubernur Bali menjadi momentum tambahan sebelum tim berangkat. Dari Bali, 25 pemain muda bersama lima ofisial berangkat membawa satu tekad: bertanding maksimal dan mengharumkan nama Bali melalui prestasi sepak bola.