Pencarian

GTBO Kantongi RKAB 817.900 Ton, Produksi Batu Bara Dimulai Oktober

Rabu, 30 September 2026 • 08:52:31 WIB
GTBO Kantongi RKAB 817.900 Ton, Produksi Batu Bara Dimulai Oktober
PT Garda Tujuh Buana Tbk memperoleh persetujuan RKAB dari Kementerian ESDM dengan kuota 817.900 ton.

BANTEN — PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) memperoleh persetujuan RKAB dari Kementerian ESDM dengan kuota 817.900 ton dan menargetkan produksi 500 ribu ton hingga akhir 2026. Persetujuan ini membuka jalan bagi emiten batu bara tersebut untuk kembali beroperasi setelah pengajuan izinnya melewati empat kali evaluasi. Produksi dijadwalkan mulai minggu pertama atau kedua Oktober 2026.

Direktur PT Garda Tujuh Buana Tbk, Octavinus Wenas, menyatakan perseroan akan memulai produksi kembali pada awal Oktober 2026. Kepastian jadwal itu diperoleh setelah Kementerian ESDM menerbitkan surat persetujuan RKAB bernomor T-247.RKAB/MB.05/DJB.B/2026 tertanggal 25 September 2026.

Kuota yang disetujui pemerintah mencapai 817.900 ton. Angka itu sebenarnya lebih besar dari target internal perseroan, yang hanya memproyeksikan produksi 400-500 ribu ton sampai Desember 2026.

Empat Kali Evaluasi Sebelum Disetujui

Pengajuan RKAB GTBO tahun 2026 tidak langsung mulus. Kementerian ESDM mengevaluasi dokumen perseroan hingga empat kali sebelum akhirnya memberi lampu hijau.

Octavinus menyebut proses yang berlarut-larut itu disebabkan sejumlah kendala, mulai dari kelengkapan dokumen teknis, izin pendukung, hingga persoalan administratif. Perseroan sebelumnya menargetkan RKAB terbit paling lambat akhir September atau awal Oktober 2026.

Bagi emiten tambang, RKAB adalah dokumen wajib yang menentukan boleh atau tidaknya kegiatan produksi berjalan. Tanpa persetujuan itu, operasi penambangan harus dihentikan.

Target Produksi dan Peluang di Sisa Tahun

Dengan kuota 817.900 ton, GTBO sebenarnya punya ruang untuk memproduksi lebih banyak. Namun perseroan memilih pendekatan konservatif dengan mematok target 400-500 ribu ton hingga akhir tahun.

Selisih antara kuota dan target menunjukkan perseroan memperhitungkan kapasitas operasional, kondisi pasar, serta waktu yang tersisa di 2026. Produksi baru efektif berjalan pada Oktober, sehingga hanya tersisa sekitar tiga bulan untuk mengejar target.

Octavinus menyampaikan keterangan tersebut melalui surat penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia pada Rabu (30/9/2026).

Dampak ke Operasi dan Pasar

Kembalinya GTBO berproduksi menjadi sinyal penting bagi pemegang saham yang menunggu kejelasan operasional perseroan. Selama proses evaluasi RKAB berjalan, kegiatan penambangan tidak bisa dilakukan, yang berimbas pada pendapatan dan arus kas.

Persetujuan ini juga menegaskan posisi GTBO sebagai salah satu pemain batu bara di pasar modal Indonesia. Dengan kuota 817.900 ton, perseroan memiliki modal untuk menjalankan kontrak penjualan yang mungkin sudah disiapkan sejak awal tahun.

Batu bara masih menjadi komoditas andalan Indonesia, meski dunia tengah mendorong transisi energi. Permintaan dari pasar Asia, terutama untuk pembangkit listrik, tetap menjaga harga komoditas ini di level yang menguntungkan bagi produsen.

Bagi investor, jadwal produksi Oktober menjadi titik yang perlu dicermati. Realisasi produksi GTBO di kuartal IV akan menentukan apakah target 500 ribu ton tercapai atau meleset dari proyeksi.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks