Pencarian

Ricursive Intelligence Kembangkan AI Perancang Cip Atasi Krisis Komputasi

Kamis, 15 Oktober 2026 • 13:13:01 WIB
Ricursive Intelligence Kembangkan AI Perancang Cip Atasi Krisis Komputasi
Ricursive Intelligence mengembangkan sistem AI untuk merancang cip secara otomatis dan iteratif.

BANTEN — Ricursive Intelligence mengembangkan sistem AI yang mampu merancang cip, mempelajari setiap iterasi desain, lalu memperbaiki rancangan berikutnya secara otomatis. Pendekatan ini diklaim bisa mempercepat proses desain cip yang biasanya memakan waktu enam bulan hingga dua tahun menjadi sekitar sepekan. Dua pendirinya, Anna Goldie dan Azalia Mirhoseini, memaparkan strategi tersebut di panggung TechCrunch Disrupt.

Keduanya menilai permintaan komputasi (compute) akan melonjak drastis dalam lima tahun ke depan. Goldie menyebut proyeksi itu bahkan terkesan konservatif dibandingkan pertumbuhan beban kerja AI yang terlihat saat ini. Alih-alih membangun pusat data sepuluh ribu kali lebih banyak, Ricursive memilih jalur efisiensi lewat rancangan cip.

Mengapa Desain Cip Jadi Kunci

Lonjakan permintaan komputasi tidak bisa dijawab hanya dengan menambah pusat data. Ricursive Intelligence melihat efisiensi cip, termasuk pemanfaatan bandwidth di dalam pusat data serta pemakaian wafer dan fabrikasi, sebagai titik intervensi utama.

“Ada pemahaman bahwa dalam lima tahun ke depan kita akan menghadapi setidaknya 10.000x lebih banyak permintaan komputasi, dan itu agak berpotensi konservatif,” kata Goldie di atas panggung.

Dia menambahkan mereka tidak ingin membangun pusat data 10.000 kali lebih banyak. Ricursive, menurut Goldie, ingin membantu lewat cip yang lebih efisien, termasuk dalam memakai bandwidth di pusat data serta wafer dan fab lebih hemat. Bahkan jika pusat data dibangun di luar angkasa, menurutnya, tetap akan ada batas yang tidak terlihat.

AI yang Belajar dari Tiap Iterasi Desain

Pendekatan Ricursive berbeda dari alur desain cip konvensional yang memecah satu cip menjadi puluhan blok kecil. Perusahaan ini mengoptimasi seluruh cip sekaligus, sehingga AI bisa membentuk pola rumit, termasuk rancangan menyerupai gelombang. Pola itu, menurut keduanya, akan mereka jelaskan lebih detail pada waktu mendatang.

Goldie dan Mirhoseini sebelumnya mengembangkan AlphaChip, sistem AI yang menghasilkan susunan komponen cip berbentuk lingkaran atau menyerupai donat. Rancangan itu awalnya membuat para insinyur terkejut, tetapi terbukti berhasil secara performa. Temuan semacam itu muncul karena AI berani mencoba tata letak yang tidak lazim dan melampaui pendekatan tradisional.

Yang Berubah bagi Insinyur dan Pekerjaan Kreatif

Ketakutan bahwa AI akan mengambil alih perancangan cip dibantah Goldie. Menurutnya, membiarkan AI menangani desain cip justru memberi ruang bagi manusia untuk mengembangkan aplikasi dan mengeksplorasi kemungkinan baru. Cara kerja yang bergeser, katanya, adalah manusia membawa ide dan gagasan kreatif, sementara eksekusi ditangani AI.

Pola itu, lanjut Goldie, terjadi di desain cip, pengembangan perangkat lunak, hingga bidang lain. Ricursive memposisikan diri sebagai pihak yang melakukan hal serupa khusus untuk desain cip.

“Saya pikir cara segala sesuatunya bergeser adalah manusia datang membawa ide dan pemikiran kreatif, dan eksekusi ditangani oleh AI,” ujar Goldie. “Dan ini terjadi di desain cip, pengembangan perangkat lunak, dan tempat lain. Dan itu yang recursive lakukan untuk desain cip.”

Dampak ke Ragam Cip yang Mungkin Dibuat

Siklus desain yang panjang membuat perusahaan sangat selektif dalam memilih cip yang akan dikembangkan. Goldie menyebut jika satu cip butuh enam bulan, satu tahun, bahkan dua tahun untuk dirancang, pilihan yang diambil harus benar-benar tepat.

Jika proses desain bisa dipangkas menjadi sekitar sepekan, perhitungan ekonominya berubah. Cip custom untuk berbagai aplikasi, termasuk ruang angkasa, augmented reality, virtual reality, hingga komputasi biologis, menjadi masuk akal secara finansial sekaligus lebih hemat energi.

Ricursive Intelligence belum memerinci jadwal peluncuran produk maupun mitra manufaktur yang akan digandeng. Perusahaan ini juga belum menyebut nilai pendanaan atau jumlah pengguna. Yang jelas, arah yang mereka tuju adalah menjadikan AI sebagai mesin desain cip yang belajar dari setiap iterasi, bukan sekadar alat bantu satu kali pakai.

Follow katabanten.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks