BANTEN — OpenAI akhirnya masuk ke pasar hardware dengan Micro, keypad kecil bergaya mekanik yang dirancang khusus untuk berinteraksi dengan ChatGPT. Harganya 230 dolar AS (estimasi Rp3,8 juta) membuat perangkat ini langsung dihadapkan pada pertanyaan besar: apakah lebih praktis daripada keyboard dan mouse biasa? Jawabannya ternyata tidak sederhana.
Micro hadir dalam kotak putih mulus yang langsung mengingatkan pada kemasan produk Apple. Perangkatnya sendiri terasa kokoh — cukup berat untuk dijadikan pemberat kertas jika tidak terpakai. Bagian atas terdapat enam tombol “agent” frosted yang bisa diprogram untuk eksekusi tugas spesifik di ChatGPT atau Codex, diikuti enam tombol perintah di bawahnya.
Koneksi bisa dilakukan lewat Bluetooth atau kabel USB. Yang paling menonjol adalah tombol dikte suara — tinggal tekan dan bicara, lalu kirim perintah ke ChatGPT. Fitur ini terasa paling praktis dibandingkan mengetik manual.
Semua tombol bisa diatur melalui tab Micro di dalam ChatGPT. Mulai dari kecerahan lampu LED hingga proyek khusus yang ingin dikaitkan ke setiap tombol. Namun, ada sistem kode warna yang harus dihafal: putih artinya idle, biru sedang berpikir, hijau selesai, merah error. Belum lagi mengingat proyek mana yang terikat di tombol mana.
Setelah berhasil diprogram, pengalaman menggunakan Micro cukup menyenangkan — terutama saat berganti-ganti sesi ChatGPT. Tapi pertanyaannya: kenapa repot-repot belajar satu minggu jika mouse dan keyboard sudah bekerja dengan baik?
Komunitas koder justru paling vokal menolak Micro. Di Reddit, perangkat ini disebut “prank dan bukan produk beneran” oleh seorang pengguna. Ulasan dari Aftermath bahkan lebih keras — judulnya “OpenAI’s expensive macropad feels engineered to piss me off specifically.” Alasannya? Harga $230 sulit dibenarkan dibandingkan alternatif DIY yang lebih murah dan fleksibel.
OpenAI sendiri tengah menghadapi gugatan dari Apple atas tuduhan pencurian rahasia dagang, dan kabar tentang perangkat smart home lain yang dikembangkan mantan insinyur Apple juga menambah tekanan. Namun, untuk saat ini Micro adalah satu-satunya hardware resmi yang bisa dibeli.
Micro bukan perangkat untuk semua orang. Jika Anda menggunakan ChatGPT setiap hari untuk puluhan proyek berbeda, memiliki budget ekstra, dan menyuka estetika keyboard retro dengan tombol klik, perangkat ini mungkin layak dipertimbangkan. Namun, untuk pengguna biasa — apalagi di Indonesia dengan harga yang setara laptop entry-level — lebih baik alokasikan dana tersebut ke perangkat yang benar-benar meningkatkan produktivitas sehari-hari.