Bupati Tangerang Imbau Warga Tak Bakar Sampah Saat Musim Kemarau di Acara Maulid Ponpes Al Hijaiyyah Sindang Jaya

Penulis: Jauhari Lubis  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:35:01 WIB
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan imbauan kepada warga untuk tidak membakar sampah saat musim kemarau dalam acara Maulid Nabi di Ponpes Al Hijaiyyah, Sindang Jaya.

TANGERANG — Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al Hijaiyyah, Kecamatan Sindang Jaya, berubah menjadi ajang sosialisasi kebencanaan. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang hadir di tengah-tengah jamaah justru menyoroti ancaman kekeringan dan kebakaran yang kerap muncul saat musim kemarau tiba.

Maesyal meminta seluruh lapisan masyarakat menahan diri untuk tidak membakar sampah atau melakukan aktivitas pembakaran lainnya di ruang terbuka. Kondisi lingkungan yang kering disebutnya sangat mudah memicu api menjalar menjadi kebakaran besar.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati. Sekarang sudah memasuki musim kemarau. Jangan melakukan bakar-bakar sampah atau apapun di luar ruangan karena kalau lalai bisa berpotensi menimbulkan kebakaran,” katanya di hadapan para santri dan warga sekitar, Selasa (25/8/2026).

Lapor ke Desa Jika Alami Kekeringan

Tidak hanya soal api, Maesyal juga mengingatkan ancaman krisis air bersih yang biasanya menyusul di tengah musim kemarau. Ia meminta warga yang mulai merasakan dampak kekeringan untuk segera berkoordinasi dengan aparat setempat.

Pelaporan bisa dilakukan mulai dari tingkat pemerintah desa, kelurahan, hingga kecamatan. Dengan begitu, pemerintah kabupaten bisa segera menyalurkan bantuan air bersih ke lokasi yang membutuhkan.

“Kalau ada masyarakat yang mengalami kekeringan atau kekurangan air, segera laporkan kepada pemerintah desa, kelurahan maupun kecamatan. Nanti Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membantu dengan mengirimkan bantuan air bersih,” pungkasnya.

Maulid Bukan Sekadar Seremonial

Di sisi lain, Bupati menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada ritual tahunan semata. Momen ini dinilai strategis untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada generasi muda.

Menurut Maesyal, pemahaman tentang sejarah dan akhlak Nabi Muhammad SAW penting ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki fondasi moral yang kuat. Kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan mampu menjadi sarana edukasi yang efektif bagi santri dan pelajar.

“Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, kita harus terus melaksanakan kegiatan Maulid Nabi. Ini penting agar anak-anak kita, generasi muda kita, bisa mengetahui dan memahami siapa Nabi Muhammad SAW serta meneladani akhlaknya,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Ia berharap peringatan Maulid kali ini juga mampu memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi antarwarga, serta meningkatkan kepedulian dan kebersamaan di lingkungan masyarakat Kabupaten Tangerang.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: hitzserpong.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top