TANGERANG — Uji coba berlangsung di lahan Kelompok Tani Bina Harapan, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan, dengan luas 1 hektare pada musim tanam kedua periode Oktober-Desember 2026. Lokasi itu masuk kategori Desa Mandiri Pangan (Demapan) yang dipilih sebagai basis riset.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang Abdul Munir menyebut lahan percobaan sengaja memakai petak kelompok tani agar hasil riset bisa langsung diuji di kondisi sawah warga, bukan di plot tertutup.
Apa Saja yang Digarap dalam Kerja Sama dengan BRIN
Ruang lingkup kerja sama mencakup pelatihan pembuatan pupuk organik, pembaruan data status hara P dan K, pH tanah, serta kadar C-organik. BRIN juga mendampingi uji coba dan validasi teknologi pengelolaan lahan.
Bagian lain menyentuh peningkatan kapasitas penyuluh dan petani lewat teknologi pengelolaan lahan dan pembuatan pupuk organik hayati. Tim peneliti menyusun rekomendasi teknologi berdasarkan karakteristik tanah setempat, lalu merancang aplikasi seluler untuk rekomendasi pengelolaan lahan.
Formulasi Pupuk: Biochar Arang Sekam hingga Kotoran Hewan Matang
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono menjelaskan praktik di lapangan memakai formulasi khusus hasil riset peneliti BRIN. Bahan pembenah tanah dipadukan dari biochar arang sekam dan kotoran hewan matang yang kaya nutrisi organik dari rumput laut serta limbah organik.
Prosesnya memakai bantuan asam fosfat, perekat PPA, dan pengayaan urea terukur. "Kita praktikkan formulasi khusus hasil riset peneliti BRIN. Kita memadukan bahan-bahan pembenah tanah, seperti biochar arang sekam dan kotoran hewan (kohe) matang, yang kaya nutrisi organik dari rumput laut serta limbah organik yang diproses secara tepat dengan bantuan asam fosfat, perekat PPA, dan pengayaan urea terukur," kata Ujang.
Menurut dia, perpaduan bahan itu tergolong teknologi sederhana tetapi tepat guna. Sumber daya lokal yang tersedia di sekitar sawah bisa diolah menjadi pupuk organik berkualitas tanpa peralatan mahal.
Efisiensi Pupuk 15-30 Persen dan Kaitannya dengan Program NGEMAS
Pendampingan BRIN disebut sebagai tindak lanjut program NGEMAS, yakni kajian berbasis riset soal peningkatan produktivitas lahan dan tanaman. Pelatihan pupuk organik menjadi bagian dari sinergi strategis Pemkab Tangerang dengan BRIN.
Kegiatan ini diarahkan bukan hanya memperbaiki kualitas dan kesehatan tanah sawah. Petani juga dibidik mampu menekan penggunaan pupuk kimia hingga 15-30 persen sehingga biaya produksi turun dan pendapatan naik.
Bagi petani Sepatan, angka itu berarti pengeluaran untuk pupuk bisa dipangkas signifikan tiap musim tanam. Penghematan tersebut berpotensi menambah margin keuntungan, terutama saat harga gabah berfluktuasi.
Data Hara Tanah Jadi Dasar Rekomendasi Pemupukan
Pembaruan data status hara P dan K, pH tanah, serta kadar C-organik menjadi langkah awal sebelum rekomendasi teknologi disusun. Tanpa data itu, dosis pupuk di tingkat petani cenderung seragam meski kondisi lahan berbeda-beda.
Hasil validasi di 1 hektare lahan Bina Harapan pada musim tanam Oktober-Desember 2026 akan menjadi acuan apakah formulasi dan aplikasi seluler layak diperluas ke desa lain di Kabupaten Tangerang.