Harga BBM Pertamina 1 Juni 2026: Dexlite dan Pertamina Dex Turun, Pertamax Turbo Naik, Subsidi Tetap

Penulis: Jauhari Lubis  •  Senin, 01 Juni 2026 | 14:39:38 WIB
Pertamina menurunkan harga Dexlite dan Pertamina Dex mulai 1 Juni 2026.

JAKARTA — Keputusan Pertamina untuk menurunkan harga Dexlite dan Pertamina Dex sekaligus menaikkan Pertamax Turbo di awal Juni 2026 mencerminkan dinamika harga minyak global dan kebijakan subsidi yang ketat. Bagi pengguna kendaraan diesel di Indonesia, momen ini menjadi angin segar setelah beberapa bulan terakhir harga bahan bakar nonsubsidi cenderung stagnan atau naik.

Dua Diesel Nonsubsidi Turun, Satu Bensin Oktan Tinggi Naik

Dalam pengumuman resmi yang dirilis Senin (1/6/2026), Pertamina menetapkan harga Dexlite dan Pertamina Dex lebih murah dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah tren harga minyak mentah dunia yang sempat melemah dalam sepekan terakhir. Sebaliknya, Pertamax Turbo yang menyasar kendaraan performa tinggi justru naik, menandakan adanya penyesuaian pada segmen pasar yang lebih spesifik.

Sementara itu, harga BBM bersubsidi tidak tersentuh perubahan. Pertalite masih dibanderol Rp 10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp 6.800 per liter. Keputusan ini lazim dilakukan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan beban APBN di tengah fluktuasi harga minyak.

Mengapa Diesel Turun Tapi Pertamax Turbo Naik?

Pola penyesuaian harga yang tidak seragam ini biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, harga acuan minyak mentah Indonesia (ICP) yang menjadi patokan BBM nonsubsidi. Kedua, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mempengaruhi biaya impor minyak. Ketiga, kebijakan pemerintah yang memisahkan secara tegas antara BBM subsidi dan nonsubsidi.

Dengan penurunan harga Dexlite dan Pertamina Dex, sektor transportasi logistik dan angkutan umum yang mayoritas menggunakan solar nonsubsidi bisa sedikit bernapas lega. Namun, kenaikan Pertamax Turbo akan berdampak langsung pada pengguna kendaraan mewah dan modifikasi yang membutuhkan oktan tinggi.

Dampak Langsung ke Pengguna dan Stabilitas Harga

Penurunan harga BBM diesel nonsubsidi berpotensi menekan biaya operasional perusahaan tambang, perkebunan, dan pelayaran yang banyak beroperasi di luar Jawa. Di sisi lain, harga Pertamax Turbo yang naik tidak akan banyak mempengaruhi inflasi karena segmen penggunanya relatif kecil dan tidak dominan dalam struktur konsumsi BBM nasional.

Bagi pengguna kendaraan pribadi di perkotaan, pilihan BBM nonsubsidi kini lebih beragam. Pertalite yang tetap Rp 10.000 per liter masih menjadi primadona bagi pemilik mobil dan motor dengan kompresi mesin standar, sementara Dexlite yang lebih murah menjadi opsi menarik bagi pemilik mobil diesel modern.

Apa yang Perlu Diperhatikan Konsumen?

Pertamina mengingatkan bahwa harga BBM nonsubsidi bersifat fluktuatif dan dapat berubah setiap bulan sesuai mekanisme pasar. Konsumen disarankan untuk selalu mengecek harga terbaru di SPBU resmi Pertamina atau melalui aplikasi MyPertamina sebelum melakukan pengisian.

Perubahan harga per 1 Juni 2026 ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah masih konsisten mempertahankan harga BBM subsidi agar tidak membebani anggaran negara. Dengan selisih harga yang cukup lebar antara Pertalite (Rp 10.000) dan Pertamax Turbo (yang kini naik), masyarakat diharapkan lebih selektif dalam memilih jenis BBM sesuai spesifikasi kendaraan.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: video.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top