Dokter Ungkap Minim Gerak dan Stres Tinggi Picu Gangguan Saluran Kemih pada Pria Usia Produktif di Tangerang

Penulis: Hendra Setiawan  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 12:34:31 WIB
Dr. Dyandra Parikesit menjelaskan risiko gangguan saluran kemih pada pria usia produktif di Tangerang.

TANGERANG — Gangguan saluran kemih pada pria tak lagi monopoli usia lanjut. Dokter spesialis urologi memperingatkan bahwa pria di usia produktif, terutama yang memiliki gaya hidup sedentari dan tekanan pekerjaan tinggi, kini menjadi kelompok risiko utama.

"Banyak pria sering kali mengabaikan gejala gangguan saluran kemih dan baru ke dokter saat gejalanya memburuk. Meski dianggap penyakit orang tua, faktanya saat ini gangguan saluran kemih bisa dialami pria di usia berapa saja," kata dr. Dyandra Parikesit di Tangerang, Jumat.

Skrining Berdasarkan Usia: Dari Reproduksi hingga Prostat

Dr. Dyandra menjelaskan bahwa tindakan pencegahan paling efektif adalah skrining kesehatan urologi yang disesuaikan dengan kelompok usia. Untuk pria berusia 30 tahun, fokus utama adalah program kehamilan dan kesehatan reproduksi. Pada fase ini, pria umumnya berada di puncak produktivitas karier, namun tekanan pekerjaan, kebiasaan merokok, dan terlalu banyak duduk menjadi pemicu utama gangguan.

"Analisis sperma wajib bagi pria yang sedang merencanakan program kehamilan bersama pasangan. Ada juga deteksi dini varikokel, yaitu pembengkakan pembuluh darah vena di dalam kantung testis yang menjadi salah satu penyebab utama infertilitas pria pada usia produktif," ujarnya.

Usia 45 Tahun ke Atas: Waspadai Disfungsi Ereksi sebagai Penanda Penyakit Jantung

Memasuki usia 45 tahun ke atas, tubuh pria mulai mengalami penurunan produksi hormon testosteron dan berkurangnya elastisitas jaringan saluran kemih. Pada fase ini, evaluasi fungsi seksual dan gejala awal prostat menjadi krusial. Dokter menyebut disfungsi ereksi sering menjadi penanda awal adanya kerusakan pembuluh darah yang berkaitan dengan penyakit jantung koroner, hipertensi, atau diabetes mellitus.

Pemeriksaan fungsi ginjal berkala untuk memantau kadar Ureum dan Kreatinin juga direkomendasikan guna mendeteksi tanda-tanda gagal ginjal sejak awal. Pasien diminta mewaspadai gejala seperti aliran urin melemah, harus mengejan saat berkemih, urin menetes di akhir buang air besar, atau sering terbangun di malam hari hanya untuk buang air kecil.

Usia 50 Tahun ke Atas: Pemeriksaan Prostat Tahunan Wajib Dilakukan

Bagi pria berusia 50 tahun ke atas, pemeriksaan saluran kemih tahunan menjadi keharusan. Pada fase ini, kelenjar prostat mengalami pertumbuhan sekunder yang rentan memicu keganasan. Dokter merekomendasikan pemeriksaan darah sederhana untuk mengukur kadar Protein Specific Antigen (PSA), yang jika meningkat bisa menjadi indikator awal kanker prostat jauh sebelum gejala fisik muncul.

Prosedur diagnostik noninvasif bernama uroflowmetry juga dapat dilakukan untuk mengukur volume, kecepatan pancaran, dan durasi keluarnya urin. Grafik dari alat ini membantu dokter menentukan tingkat keparahan sumbatan pada saluran kemih yang umumnya disebabkan oleh Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak.

"Jangan menunda pemeriksaan urologi hanya karena merasa belum ada keluhan yang menyakitkan. Melakukan skrining sejak dini dapat membantu mempertahankan fungsi reproduksi, seksual, dan sistem ekskresi urin yang optimal hingga usia lanjut," kata dr. Dyandra.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top