Laba Krakatau Steel dan Kimia Farma Berbalik Positif, Danantara Kebut Konsolidasi BUMN

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:34:31 WIB
Suasana kawasan industri Krakatau Steel di Cilegon, Banten, pada Selasa (11/8/2026).

BANTEN — Kabar baik menghampiri kinerja badan usaha milik negara (BUMN) pada paruh pertama tahun ini. Setelah sempat terpuruk, sejumlah perusahaan pelat merah berhasil keluar dari zona merah dan membukukan laba. PT Krakatau Steel, misalnya, berhasil berbalik dari rugi sekitar Rp1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp150 miliar hingga Rp185 miliar. PT Kimia Farma juga mencatatkan perbaikan serupa, dari rugi Rp135,61 miliar menjadi laba Rp54,07 miliar.

Katalis utama di balik perbaikan ini adalah proses penataan dan konsolidasi perusahaan negara yang tengah gencar dilakukan. Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, menilai langkah streamlining ini merupakan kunci untuk mempercepat perbaikan kinerja secara menyeluruh.

"Harapan saya supaya proses streamlining BUMN bisa dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan," ujar Toto dalam keterangannya, Selasa (11/8).

Motor Penggerak Laba BUMN

Di sisi lain, kinerja solid justru masih ditunjukkan oleh BUMN-BUMN papan atas yang menjadi tulang punggung pendapatan negara. Sektor perbankan, pertambangan, telekomunikasi, hingga energi masih menjadi penopang utama.

"Menurut saya kinerja solid masih ditunjukan BUMN blue chips yang sedari dulu menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN. Misal kinerja Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan hasil tambang, sektor telco dan Pertamina," jelas Toto.

Data laporan keuangan semester I 2026 menunjukkan, PT Timah mencatatkan pertumbuhan laba bersih paling tinggi, melesat 804,7% menjadi Rp2,71 triliun dari sebelumnya Rp300 miliar. PT Pupuk Indonesia juga mencetak kenaikan signifikan sebesar 253% menjadi Rp8,51 triliun, disusul PT Semen Indonesia yang tumbuh 196,5% menjadi Rp193,46 miliar.

Perbankan dan Logistik Ikut Terangkat

Sektor jasa keuangan dan logistik juga menunjukkan performa impresif. PT Pegadaian membukukan kenaikan laba 84,6% menjadi Rp6,59 triliun, sementara PT Pelindo tumbuh 60,4% menjadi Rp2,57 triliun. Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan laba 24,3% menjadi Rp30,41 triliun, dan Bank Tabungan Negara (BTN) naik 40,8% menjadi Rp2,40 triliun.

PTPN IV PalmCo menorehkan kenaikan laba 54% menjadi Rp3,23 triliun. PT Agrinas Palma Nusantara juga tumbuh 150% menjadi Rp890 miliar. Di sektor energi, PT Pertamina Geothermal Energy membukukan pertumbuhan laba 15,5% menjadi US$79,61 juta.

Peran Danantara dan Target ke Depan

Rangkaian hasil positif ini menjadi modal berharga bagi BUMN dalam proses transformasi di bawah Danantara. BP BUMN bersama Danantara saat ini tengah menyusun peta strategi transformasi untuk lima tahun ke depan, dengan fokus memperkuat daya saing perusahaan negara di kancah global.

Dengan adanya percepatan konsolidasi, Toto optimistis perbaikan kinerja BUMN tidak hanya berhenti di semester ini, tetapi akan berlanjut dan semakin solid di masa mendatang.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: mediaindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top