TANGSEL — Persiapan tuan rumah Porprov VII Banten 2026 memasuki tahap krusial. Dengan sekitar tiga bulan tersisa, Pemkot Tangerang Selatan memprioritaskan penyelesaian dua hal utama: kepastian venue untuk puluhan cabang olahraga dan ketersediaan akomodasi bagi seluruh kontingen.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengungkapkan, pemetaan venue untuk sekitar 60 cabang olahraga yang dipertandingkan sudah dilakukan. Saat ini tinggal memastikan beberapa lokasi yang masih dalam proses komunikasi dengan pengelola, terutama fasilitas milik swasta.
“Secara umum venue untuk cabang olahraga sudah kita petakan. Sekarang tinggal memastikan beberapa lokasi yang masih dalam proses komunikasi dengan pengelolanya,” kata Pilar.
Sejumlah cabang olahraga masih membutuhkan lokasi alternatif. Dua di antaranya, yakni cabor bermotor dan cricket, sebelumnya direncanakan digelar di luar wilayah Tangsel. Namun, Pilar menyebut ada opsi venue di kawasan Serpong yang bisa dimanfaatkan.
Pihaknya berharap sebanyak mungkin pertandingan dapat digelar di dalam kota. Pertimbangannya, koordinasi dan mobilisasi peserta menjadi lebih mudah jika seluruh kegiatan terpusat di Tangsel.
“Kami terus mencari opsi terbaik. Kalau tersedia lokasi yang memenuhi persyaratan di Tangsel, tentu akan lebih baik karena koordinasi dan mobilisasi peserta juga menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Di luar urusan venue, panitia juga mengebut penyusunan buku teknis pertandingan. Dokumen ini menjadi pedoman resmi bagi seluruh kontingen dan KONI kabupaten/kota peserta Porprov VII Banten 2026.
Pilar menekankan pentingnya dokumen tersebut segera dicetak dan didistribusikan. Dengan begitu, setiap kontingen memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan atlet berdasarkan ketentuan yang berlaku.
“Buku teknis harus segera kita selesaikan dan distribusikan. Ini penting agar seluruh peserta memiliki acuan yang sama sebelum pertandingan dimulai,” tuturnya.
Kesiapan akomodasi juga menjadi perhatian serius. Data hotel di Tangsel telah diinventarisasi dan akan ditindaklanjuti melalui kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Skema harga khusus bagi kontingen menjadi target utama agar efisiensi biaya penyelenggaraan tercapai.
Selain perhotelan, Pemkot Tangsel menyiapkan kerja sama dengan rumah sakit dan pemangku kepentingan lain. Dukungan layanan kesehatan ini diperlukan untuk memastikan kebutuhan peserta selama pelaksanaan Porprov dapat tertangani dengan baik.
Pilar memastikan ketersediaan hotel di Tangsel masih mencukupi untuk menampung seluruh kontingen pada November 2026. Koordinasi dengan pelaku usaha akan terus dilakukan hingga semua kebutuhan akomodasi benar-benar terpetakan.
“Prinsipnya kita ingin semua kebutuhan Porprov dipersiapkan sejak sekarang. Venue, akomodasi, layanan kesehatan, dan kebutuhan lainnya harus berjalan beriringan,” pungkasnya.