Gubernur Banten Andra Soni Ajak 1.000 Anak Muda Isi Kemerdekaan dengan Inovasi di Kirab Merah Putih Tangerang

Penulis: Fauzan Arifin  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:48:01 WIB
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan pidato di hadapan ribuan anak muda pada Kirab Merah Putih di Taman Elektrik Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Minggu (16/8).

TANGERANG — Ribuan anak muda dari berbagai wilayah di Banten memadati kawasan Taman Elektrik Pusat Pemerintah Kota Tangerang pada Minggu (16/8). Mereka hadir mengikuti Kirab Merah Putih yang digagas Barisan Intelektual Strategi Objektif Indonesia (Bison) Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Menurutnya, kelompok usia produktif ini berpotensi membangun karya, menciptakan inovasi, membuka peluang, serta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

"Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen membangun dengan semangat kolaborasi. Saya mengajak generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan kreativitas, teknologi, dan intelektualitas," ungkap Andra Soni di sela-sela acara.

Intelektualitas Harus Berpijak pada Gotong Royong

Andra Soni menekankan bahwa pembangunan intelektualisme tidak boleh lepas dari nilai-nilai kebangsaan. Ia meminta generasi muda tetap menjunjung kepedulian sosial dan semangat gotong royong di tengah perkembangan zaman.

"Mari kita jaga persatuan, kita perkuat gotong royong. Kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata. Kita bangun Banten sebagai bagian penting mewujudkan Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Andra Soni turut menyampaikan apresiasi kepada Bison Indonesia yang telah menggagas kegiatan tersebut. Ia juga menyinggung sepenggal sejarah Peristiwa Lengkong yang lokasinya tidak jauh dari tempat pelaksanaan kirab.

Mengenang Perjuangan Kadet di Peristiwa Lengkong

Gubernur mengingatkan bahwa perjuangan generasi muda sudah terukir sejak awal kemerdekaan. Pada 25 Januari 1946, Mayor Daan Mogot memimpin para taruna atau kadet Akademi Militer Tangerang untuk melucuti senjata tentara Jepang dalam Peristiwa Lengkong.

Direktur Kewaspadaan Nasional Kemendagri Aang Witarsa Rofik yang hadir dalam acara tersebut menilai kegiatan ini semakin bermakna karena melibatkan banyak anak muda, termasuk Gen Z serta pelajar SMA-SMK. "Kami sangat mengapresiasi setiap kegiatan yang dirangkai atribut negara bendera merah putih sebagai pemersatu dan pelecut semangat," katanya.

Wali Kota: Kemerdekaan Bukan Hadiah dari Penjajah

Wali Kota Tangerang Sachrudin menyebut suasana kemerdekaan seperti dalam Kirab Merah Putih merupakan hal yang dirindukan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari penjajah, melainkan hasil perjuangan para pahlawan.

"Kita mengisinya dengan karya nyata, belajar, dan rasa syukur kepada Allah SWT," tambah Sachrudin. Ia juga berpesan agar anak muda berani bermimpi besar karena mereka adalah pemimpin masa depan.

Rangkaian Kegiatan: dari Marching Band hingga Tari Gandrung

Ketua Bison Indonesia Ginka Febrianti menjelaskan bahwa Kirab Merah Putih diikuti sekitar 1.000 anak muda dari berbagai wilayah di Provinsi Banten. Kegiatan yang diawali dari Stadion Benteng ini dimeriahkan oleh penampilan marching band, pentas seni debus, serta tari gandrung.

"Generasi muda harus melakukan perjuangan dengan versi yang beda. Berkarya dan berinovasi, menjadi generasi muda yang berani bermimpi besar, berani berbeda, dan bergerak," ucap Ginka.

Selain penampilan seni, acara ini juga dirangkai dengan penyerahan bendera Merah Putih kepada masyarakat serta deklarasi sikap kebangsaan. Kirab berlangsung meriah dan diharapkan mampu menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan generasi penerus bangsa.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: fixsnews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top