Pemerintah Alihkan 71 SPPG untuk Dapur Umum Pengungsi Gempa NTT, Posko Bantuan Dibagi di Flores Timur dan Barat

Penulis: Fauzan Arifin  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:57:31 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau kesiapan 71 SPPG yang dialihkan menjadi dapur umum untuk pengungsi gempa NTT.

BANTEN — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan pengalihan ini ditempuh karena sebagian besar sekolah di wilayah terdampak masih libur atau mengalami kerusakan akibat gempa. Alih-alih membiarkan SPPG menganggur, pemerintah memilih mendistribusikan makanan siap saji langsung ke titik-titik pengungsian.

“Ada beberapa sekolah yang masih libur atau diliburkan karena rusak dan lain-lain. Tadi kami sudah komunikasi dengan Kepala BGN, Bapak Sudaryono. Ada 71 SPPG yang mungkin bisa difungsikan,” kata Tito dalam keterangan persnya.

“Karena sekolahnya tidak diberikan, nah dikasih ke pengungsian. Ini akan sangat bermanfaat,” imbuhnya.

Dua Posko Bantuan: Flores Timur dan Flores Barat

Dalam rapat koordinasi yang sama, Tito merekomendasikan pembentukan dua posko induk untuk mempercepat distribusi bantuan. Pembagian ini mempertimbangkan rentang geografis Pulau Flores yang luas dan kondisi jalan yang terputus di sejumlah titik.

Posko timur Flores akan menangani wilayah Ende, Sikka, Ngada, dan sekitarnya. Sementara posko barat Flores berlokasi di Labuan Bajo, mencakup Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Pembagian wilayah ini diharapkan memangkas waktu tempuh logistik dari pusat distribusi ke lokasi pengungsian. Sebelumnya, seluruh bantuan terpusat dan membutuhkan perjalanan darat lintas kabupaten yang memakan waktu berjam-jam.

Mekanisme Penyaluran Makanan di Lokasi Pengungsian

SPPG yang selama ini menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah memiliki kapasitas produksi ratusan porsi per hari. Dengan dialihkannya fungsi ini, dapur-dapur tersebut akan memproduksi makanan siap santap yang langsung didistribusikan ke tenda-tenda pengungsian.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono disebut telah berkomunikasi dengan Mendagri untuk memastikan kesiapan logistik bahan baku di masing-masing SPPG. Pasokan beras, lauk pauk, dan sayur mayur akan diprioritaskan dari gudang-gudang terdekat agar produksi tidak terhambat.

Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pengungsi yang akan dilayani atau durasi pengalihan fungsi SPPG ini. Namun, pemerintah pusat memastikan penanganan darurat akan berjalan hingga kondisi masyarakat dinyatakan aman untuk kembali ke rumah masing-masing.

Skala Kerusakan dan Respons Pemerintah

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi Sabtu (15/8/2026) dini hari menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur publik, termasuk fasilitas pendidikan dan rumah ibadah. Ribuan warga dilaporkan mengungsi ke dataran tinggi untuk menghindari potensi tsunami susulan.

Presiden Prabowo Subianto telah menugaskan tim gabungan untuk bergerak cepat menangani dampak bencana. Selain pangan, kebutuhan mendesak lainnya yang menjadi fokus penanganan adalah air bersih, tenda pengungsian, serta layanan kesehatan darurat bagi korban luka.

Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai lokasi posko pengungsian dan distribusi bantuan dapat menghubungi pos komando tanggap darurat yang didirikan di masing-masing kabupaten terdampak.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top